Arsip 10


GUE DAN REGINA
From: ------edit------ <-----.----------@usa.net>
Date: Fri, 06 Mar 1998 00:23:15 +0700


Best story

Ini adalah cerita tentang pengalaman gue saat berhubungan seks dengan sahabat baik gue, Regina H. Dharmawan.
Pagi ini, gue kembali mendapat kuliah sore hari. Ah, daripada iseng, lebih baik gue ke rumah Regina. Sekalian dari sana pergi ke kampus bersamanya.

Gue parkirkan mobil gue di depan pintu pagar rumah Regina. Rumahnya tampak sepi. Jangan-jangan ia tak ada di rumah. Gue pencet bel pintu. Tak lama kemudian pembantunya keluar.
"Ada perlu apa, Non?" tanyanya.
"Ng..... Gina ada, Mbak?"
"Ada, tunggu sebentar ya." Sang pembantu masuk ke dalam rumah kembali.
"Kata Non Gina, Non Irene disuruh langsung masuk saja. Non Gina lagi ada di kamarnya."
"Baiklah, Mbak."
Pembantu itu mengantar gue ke depan pintu kamar tidur Regina. Setelah pintu dibuka dari dalam gue segera masuk. Si pemilik kamar sedang duduk di atas tempat tidur seraya membaca buku. Astaga! Ia telanjang bulat. Tubuhnya yang indah itu tidak ditutupi oleh selembar benang pun. Tampaklah payudaranya yang montok dan padat. Ditengah-tengahnya terdapat putih susu yang tinggi, yang dikelilingi oleh lingkaran coklat, sementara bagian kemaluannya ditumbuhi rambut-rambut tipis. Pahanya yang putih dan mulus menantang setiap lelaki untuk menjamahnya.

"Ren, duduk di sini dong. Jangan bengong saja."
"Lho, kamu lagi ngapain, Gin?" tanya gue.
"Rasanya hari ini gue lagi malas kuliah nih, Ren."
"Kenapa?"
"Nggak tahu tuh. Pokoknya lagi malas."
"Tapi kamu nggak usah telanjang bulat kayak begitu dong," kata gue sambil menyodorkan kaus singlet kepadanya. Regina bukannya menerima pemberian gue, namun ia malah menyeret tangan gue sehingga gue jatuh tertelentang di atas kasur. Tiba-tiba Regina mencium bibir gue, sementara tangannya meremas-remas payudara gue yang tidak begitu besar.

"Gin! Aduh, kok kamu begini sih?! Jangan ah!" kata gue sambil berusaha melepaskan diri. Akan tetapi Regina lebih kuat. Tubuhnya yang bugil menindih tubuh gue. Akhirnya gue pasrah saja. Dengan perlahan-lahan Regina menanggalkan kaus oblong yang gue kenakan. Ia menyelipkan tangannya ke balik mangkuk beha gue lalu meremas payudara gue. Gue menggerinjal-gerinjal dibuatnya. Kemudian ia melepaskan beha yang gue pakai sehingga terbukalah payudara gue yang kencang menantang.
"Ya ampun, Ren. Tetek kamu bagus amat. Biar nggak besar, tapi kencang dan kenyal lho," kata Regina sambil mempermainkan puting susu gue dengan jari-jemarinya yang lentik sehingga membuat gue kegelian.
Gue hanya tersenyum saja. Lalu ia meremas-remas payudara gue. Terasa kenyal dan ketat baginya. Gue semakin menggerinjal-gerinjal. Setelah itu mulutnya menghisap, mengulum, dan menyedoti payudara gue. Lidahnya pun mempermainkan puting susu gue yang mulai menegang. Kemudian ia menghisap-hisapnya laksana seorang bayi yang kehausan air susu ibunya.
Setelah puas merambah payudara gue, Regina membuka celana panjang gue. Tangannya meraba paha gue yang mulus. Lalu ia menurunkan celana dalam gue, sehingga kami berdua bugil bagai dua orang bayi yang baru saja dilahirkan. Kemudian ia menyuruh gue duduk. Ia menyodorkan payudaranya ke mulut gue dan gue menerimanya. Gue lumat payudara yang kenyal itu dengan mulut gue, sedangkan lidah gue yang menyambar-nyambar seperti lidah ular, bergoyang-goyang mempermainkan puting susunya yang tinggi menggiurkan. Gue hisap puting susu itu yang semakin lama semakin menegang saja. Regina semakin memeluk gue dengan erat.

"Ouuuhhh..... Irene..... Ouuuhhhh!"
Gue dan Regina saling berpelukan. Kedua pasang payudara kami saling bersentuhan. Sejenak ada perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuh gue merasakan payudaranya yang kenyal. Demikian pula Regina yang merasakan payudara gue. Ia menggesek-gesekkan puting susunya ke puting susu gue, sehingga kami berdua sama-sama mendesah.
"Ouuuhhh... Ouuhh....." Gue menjerit kecil tatkala lidah Regina mulai menjilati kemaluan gue dan kemudian masuk menyusuri liang vagina gue. Ia menjilat-jilat bagian dalam "daerah terlarang" yang mulai basah itu. Gue menjerit lagi, ketika ujung lidahnya mempermainkan daging kecil yang menempel pada kewanitaan gue itu. Lalu gue berdua berbuat serupa. Akhirnya kami berdua sama-sama kelelahan dan tergolek begitu saja di atas kasur.
Tak lama kemudian, Regina bangkit. Ia mengambil es jeruk yang ada di meja di samping tempat tidurnya. Lalu ia menuangkan es jeruk itu ke kemaluan gue. Gue menjerit kecil kedinginan. Sementara ia juga menuangkan es jeruk yang tersisa ke dalam kemaluannya sendiri. Tubuh Regina menindih gue. Kepalanya menghadap ke selangkangan gue. Demikian pula kepala gue menghadap ke selangkangannya. Lidahnya mulai menjilati kemaluan gue. Ia menikmati er jeruk yang sudah mulai masuk ke dalam liang vagina gue. Lidahnya mengikuti aliran air jeruk itu sampai masuk ke dalam "gua keramat"-gue itu. Dijilatinya dinding vagina gue, membuat gue menggerinjal-gerinjal kegelian.

"Ouuhhh..... Gina..... Teruskan.....!" desis gue bernafsu.
Regina melanjutkan penjelajahannya. Sementara itu di sisi lainnya, lidah gue pun berbuat hal yang sama pada kemaluannya. Kami berdua dengan garang mempermainkan daging kecil yang berada di dalam liang kewanitaan lawannya masing-masing. Kami berdua menggerinjal-gerinjal keras, sampai-sampai tubuh kami berdua jatuh ke lantai.
Beberapa detik kemudian, tubuh kami berdua tergeletak di lantai berdampingan dalam keadaan loyo. Lelah memang, namun penuh dengan kenikmatan yang tak terhingga. Regina tersenyum. Tiba-tiba tangannya kembali meraih tubuh gue dan mendekap gue. Kembali payudara kami bersentuhan, sementara mulut kami saling melumat satu sama lain. Kami berbaring berhadap-hadapan, dengan kedua kaki gue dan kakinya saling berselisipan dan kedua selangkangan kami saling menempel. Kemudian Regina menggesekkan kemaluannya pada kemaluan gue berulang-ulang hingga kami berdua puas.  

Jakarta, Maret 1998


REGINA
From: ---------edit---------- <------@collegemail.com>
Date: Fri, 06 Mar 1998 00:21:59 +0700


Best story

Saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri saat dulu kehilangan keperawanan saya empat tahun lalu.
Saat itu ujian negara tinggal seminggu lagi. Saya bersama lima orang teman kuliah saya bersepakat membentuk grup belajar. Wita, Susi, Lilo, Albert, dan Aria (semua bukan nama sebenarnya).

"Gin, nanti malam kita belajar di rumah gue ya. Bilangin Wita sama Susi," kata Aria menghampiri saya ketika saya sedang duduk membaca-baca buku kuliah di kampus.
"Oke."
Saya tahu, Aria sudah lama naksir pada saya. Saya tahu dari Albert. Sebab Aria pernah menceritakan padanya, bahwa dirinya tidak bisa tidur memikirkan diri saya. Pokoknya. Aria jatuh cinta berat kepada saya. Namun saya belum menanggapinya, sebab saya belum berpikiran untuk memiliki seorang pacar. Saya masih lebih ingin memusatkan perhatian saya pada kuliah, agar memperoleh IP yang bagus, sehingga mudah mencari pekerjaan setelah lulus nanti. Selama ini saya hanya menganggap Aria sekadar teman baik saja. Tidak lebih.
Malam harinya kami berlima belajar di rumah Aria. Kebetulan kedua orangtuanya sedang pergi kondangan. Wita tidak bisa datang karena ia harus menemani ibunya menjenguk saudaranya yang sedang sakit.

"Ri, Gue pulang ya. Sudah malam nih. Besok malam saja ya kita lanjutkan belajarnya," kata Susi kepada Aria ketika jam sudah menunjukkan pukul dua puluh satu.
"Gue temanin deh, Sus!" timpal Lilo yang saya tahu sejak lama telah naksir Susi.
"Wah, itu sih memang taktik kamu, Lo!" kata saya sambil tertawa. Susi pun segera pulang didampingi oleh Lilo. Tinggal saya bertiga bersama Albert dan Aria.
"Bagaimana sekarang, Ri? Kita nerusin belajar atau bubar saja?" tanya saya pada Aria.
"Yah, lebih baik bubaran saja deh. Besok saja kita lanjutkan lagi!"
"Tapi sebelum kamu pulang, habiskan dulu tuh minuman kamu. Sayang-sayang. Mubazir kan!" tambah Albert sambil tersenyum ke arah Aria.
Saya habiskan sari jeruk yang tadi dihidangkan Aria untuk menemani saat belajar kita berlima.

"Gue pulang dulu ya, Ri, Bert," saya berpamitan pada kedua teman saya itu.
Baru saja saya akan membuka pintu, tiba-tiba kepala saya terasa pusing dan mata saya berkunang-kunang. Tak lama kemudian, saya rasakan suatu keanehan menjalari tubuh saya. Payudara saya mengeras dan puting susu saya menegang. Kewanitaan saya pun terasa berdenyut-denyut. Ternyata Aria telah memasukkan obat perangsang ke dalam minuman saya tanpa saya mengetahuinya. Aria dan Albert menghampiri saya sembari tersenyum. Mereka memapah saya masuk ke kamar tidur Aria. Seperti tak sadar, saya menurut saja. Bahkan ketika saya ditelentangkan di atas tempat tidur.
Aria membuka kaus oblong yang saya kenakan, sedangkan Albert menurunkan celana panjang saya. Mereka berdua menelan air liur melihat kemolekan tubuh saya yang hanya dibalut pakaian dalam saja. Terpampang payudara saya dengan belahannya yang menggiurkan menyembul di balik bra yang saya kenakan serta lekuk-lekuk pinggul dan pantat saya yang membuat nafsu birahi mereka naik.
Tanpa membuang waktu lebih lama, mereka berdua menarik lepas bra dan celana dalam saya, dan keindahan tubuh saya itu dapat terlihat bebas tanpa halangan. Tangan Aria meremas-remas kedua payudara saya yang kenyal itu, sementara batang kemaluannya semakin menegang. Sementara Albert menciumi daerah kewanitaan saya. Saya merintih kecil tatkala lidahnya mulai memasuki liang vagina saya. Sementara itu, Aria mulai menghisap-hisap puting susu saya yang semakin menegang itu, membuat saya semakin menggerinjal-gerinjal. Namun saya yang berada di antara keadaan sadar dan tidak sadar tidak mampu berbuat apa-apa.

"Aw!" jerit saya saat gigi Aria menggigit puting susu payudara saya sebelah kanan, sementara Albert terus menjilati kemaluan saya yang ditumbuhi rambut-rambut tipis nan segar.

Aria dengan kedua tangannya memuntir-muntir ujung puting susu kedua belah payudara saya sementara mulutnya turun ke bawah ke arah selangkangan saya. Akhirnya seperti berebutan, lidahnya bergabung dengan lidah Albert menjilati liang kewanitaan saya.
"Gila, Ri. Asyik juga ya si Regina. Nggak gue sangka lho tubuhnya sebagus ini!" kata Albert sambil terus melanjutkan jilatannya ke belahan pantat saya dan akhirnya disusupkannya lidahnya ke dalam lubang anus saya.
"Bagaimana, Bert. Kita tancap saja si Regina sekarang?"
"Okelah, mumpung dia belum sadar." Dan kedua cowok itu membuka celana panjang mereka. Tampaklah kedua batang kemaluan mereka yang menegang laksana siap berperang. Aria sebagai tuan rumah mengambil inisiatif pertama. Dengan hati-hati dimasukkannya batang kemaluannya ke dalam liang vagina saya yang cukup sempit itu. Dengan sekali gerakan batang kemaluannya tersebut dihujamkan semakin dalam, membuat saya menjerit kecil kesakitan. Akan tetapi seiring dengan naik-turunnya tubuh Aria di atas tubuh saya, saya merasakan kenikmatan yang tiada tara untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Secara tak sadar, saya menggerinjal-gerinjal kencang.
Albert yang nampaknya sudah tidak dapat menahan nafsu birahinya yang semakin merajalela itu tidak mau menunggu lebih lama lagi. Dihujamkannya batang kemaluannya yang tak kalah tegangnya itu ke dalam lubang anus saya, saya menjerit kesakitan. Namun Albert yang sepertinya sudah kesetanan tidak mempedulikan saya. Dengan gerakan naik-turun, ia menyetubuhi saya lewat lubang anus saya. Saya terus menggerinjal-gerinjal tak terkendali. Rasa kenikmatan dan kesakitan terus bercampur baur saya rasakan.

Beberapa menit telah berlalu, belum ada yang sampai pada klimaksnya. Sementara kami bertiga sudah mulai lemas, terutama saya. Kedua cowok itu pun telah bertukar peranan. Albert telah memperoleh liang vagina saya, sedangkan Aria liang anus saya. Mereka berdua terus menghujamkan batang kemaluannya ke dalam tubuh saya tanpa kenal ampun.
Akhirnya setelah berselang begitu lama, Aria dan Albert menyerah begitu saja sebelum mencapai klimaksnya. Tubuh mereka berdua terkapar lunglai di samping tubuh saya. Kami bertiga sama-sama lemas. Namun tak lama kemudian, Aria telah mampu menguasai dirinya. Walaupun masih terhuyung-huyung ia bangun dari tempat tidur.
"Bert! Albert! Gila! Ternyata si Regina masih perawan!" teriak Aria setelah melihat liang vagina saya mengeluarkan darah tanda selaput dara saya robek.
"Ergh..... Enak di kamu dong, Ri. Kan kamu yang memperawanin dia duluan!" kata Albert yang juga telah bangun, sementara saya masih terkulai lemas.
"Tapi, bagaimana kalau dia sadar terus lapor pada polisi bahwa kita yang memperkosanya."
"Bilang saja bahwa kita mau sama mau. Buktinya coba saja lihat tadi. Kan si Regina kelihatannya ikut menikmatin juga. Nggak memberontak-berontak kan."

Dan sejak saat itulah saya mulai mengenal apa yang disebut pergaulan bebas dan sempat menjadi seorang cewek bispak yang bisa dipakai untuk teman tidur asal suka sama suka. Untung saja saya tidak sampai hamil sebab saya selalu mengingatkan pasangan tidur saya agar selalu memakai pelindung.

Terima kasih.

Regina H. Dharmawan


IBU GURU YANG NAKAL
From: "-----" <-----@hotmail.com>
Date: Tue, 03 Mar 1998 22:33:30 PST


Best story Waduh..terima kasih atas respons yg diberikan atas cerita Tokyo yg lalu. Ini saya buat cerita lain bersama suami tercinta.. :)
 Rina adalah seorang guru sejarah di smu. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak. Kata orang dia mirip deemi moore di film striptease. Tinggi 170, 50 kg, dan 36B. Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki pengin banget ngeliat tubuh polosnya.

Suatu hari Rina terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Anto harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Anto juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.
Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juuga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu 'pelajaran' tambahan di Minggu siang ini.
 " Sudah selesai Anto ? " Rina masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto selama satu jam untuk mengerjakan soal2 yang diberikannya.
 " Hampir bu "
 " Kalau sudah nanti masuk ke ruang ttengah ya saya tinggal ke belakang.."
 " Iya.."

" Bu Rina .sayaa sudah selesai " Anto masuk ke ruang tengah sambil membawa pekerjaannya.
" Ibu dimana .?"
"Ada di kamar Anto sebentar ya ." Rina berusaha membetulkan t shirtnya. Ia sengaja mencopot BH nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi putting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.
"Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa.."
"Muka Anto merah karena malu, karena Rina tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.
 " .bagus bagus . Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..? "
" Maaf bu, hari itu saya lupa untuk belajar.."
" Oooo .begitu to ?"
"Anto kamu mau menolong saya .?" Rina merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.
" ..apa ibu ?" tubuh anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Rina yang satu mengusap2 daerah 'vital' nya.
"Tolong ibu ya..dan janji jangan bocorkan pada siapa2 ."
"tapi tapi ..saya "
"Kenapa ? Ooooo..kamu masih perawan ya ?"
Muka Anto langsung saja merah mendengar perkataan Rina "Iya "
"Nggak apa-apa ." Ibu bimbing ya.

Rina kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir keduanya kemudia saling berpagutan, Rina yang agresif karena haus akan kehangatan dan Anto yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan putting susu Rina yg mengeras. Lidah Rina menjelajahi mulut Anto, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan abagai ular. Setelah puas, Rina kemudian berdiri di depa muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubunya yang polos-los seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.
 " Lepaskan pakaiannmu Anto " Rina berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
 "Ahhhh cepat Anto " Rina mendesah tidak sabar.
Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yg harus dilakukan. Pengetahuannya tentang sex hanya didapatnya dari buku dan video saja.
" Anto..letakkan tanganmu di dada ibu "
Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Rina yg montok itu.
"Oohhh .enakk..begitu caranya..remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang.."
Dengan semangat Anto melakukan apa yang gurunya katakan.
" Ibu ..Boleh saya hisap susu ibu ?"
Rina tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, " Boleh..lakukan apa yg kamu suka.."
Tubuh Rina menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 th lalu saat ia masih bersama suaminya.
"Oohhh .jilat terus sayang .ohhhhh " Tangan Rina mendekap erat kepala Anto ke payudaranya.
Anto semakin buas menjilati pentil susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Anto makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan pentil gurunya tersebut.
"Mmmmm..nakal kamu ." Rina tersenyum merasakan tingkah muridnya itu. Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar ibu.
Anto menurut saja. Duduk diantara kaki Rina yang membuka lebar. Rina kemudian menyandarkan punggungya pada didnding dibelakangya.
" Coba kamu rasakan " ia membimbing telunjuk Anto memasuki memeknnya.
"Hangat bu .."
Bisa kamu rasakan ada semacam pentil ..?"
" .iya .."
"Itu yg dinamakan klitoris itu titik peka cewek juga. Coba kamu gosok2 "
Pelan-pelan jari anto mengusap-usap klitoris yg mulai menyembul itu.
"Terus ..ooohhhh ..ya..gosk ..gosokk .." Rina mengerinjal-gerinjal keenakan ketika kelentitnya digosok-gosok oleh Anto.
"Kalo diginikin enak ya bu ? " Anto tersenyum sambil terus mengosok2 jarinya.
"Oohh ..Antoo .mmmmmmmm", tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang2, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
 Tangan Anto semakin berani mempermainkan kelentiti gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.
"Oooaaaahhhh .Anntooooooooo " Tangan Rina mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot2 kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yg telah lama tidak dirasakannya.
"Hmmmm .kamu lihai Anto . Sekarang..coba kamu berbaring.."
Anto menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.
"Wah..wahh .besar sekali " tangan Rina segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.
 Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Rina. Ia segera menjilati kontol muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala kontol muridnya itu dihisapnya keras2, hingga2 anto merintih2 keenakan.
 "Ahhhh .enakk ..enakkkk " Anto tanpa sadar menyodok2an pinggulnya untuk semakin menekan kontolnya makin ke dalam kuluman Rina. Gerakannya makin cepat..seiring semakin kerasnya hisapan Rina..
 "Ooohhh ibu..ibbuuuuuuu "
Muncratlah cairan mani Anto di dalam mulut Rina, yg segera menjilati cairan itu higga tuntas.
"Hmmmm .manis rasanya Anto " Rina masih tetap menjilati kontol muridnya yg masih tegak.
 "Sebentar ya aku mau minum dulu.."
Ketika Rina sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es the dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belanag .
 "Anto ..biar ibu minum dulu "
"Tidak ..nikmati saja ini " Anto yg masih ngaceng berat mendorong Rina ke kulkas. Gelas yg dipegang rina jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Rina kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.
 "Ibu..sekarang !"
"Ahhhkkkk ." Rina berteriak, saat Anto menyodokkan kontolnya dengan keras ke liang memeknya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yg tadinya pasif berubah menjadi liar.
"Antooo .enakk..ohhh ohhh " Tubuh rina bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yg tiada taranya. Tangan anto satu menyangga tubuhnya, sementara yg lain meremas2 payudaranya. Dan penisnya yg keras melumat liang memeknya.
 ""Ibu menikmati ini khan .." bisik anto di telinganya
 'Ahhhh ..hhhhh ." Rina hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.
 'Jawab..ibu " dengan keras anto mengulangi sodokannya.
"ahhh .iyaa "
"Anto .anto janga ..nn di da ..lla ." belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Rina telah merasakan cairan hangat di liang memeknya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.
"uuhggghhh " kontol Anto yg belepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Rina .
"aAhhhhhhh, .."

Kedua insan itupun tergolek lemas..menikmati apa yg baru saja mereka rasakan.

puspo@hotmail.com pindah ke mrsrina27@hotmail.com


CERITA GUE KE 2
From: "---edit---" <---------@hotmail.com>
Date: Fri, 27 Feb 1998 01:56:49 PST


Best story Ketemu lagi dengan gue .
Kali ini gue mau cerita pengalaman gue yang lain dengan seorang cewek yang memang pekerjaannya adalah untuk memuaskan nafsu birahi cowok-cowok yang membutuhkan.

Berawal pada suatu hari (gue udah lupa hari dan tanggalnya), saat itu gue udah mulai kerja di suatu perusahaan yang lumayan besar. Yang gue inget hari itu gue engga masuk kantor berhubung sedang libur. Untuk mengisi kekosongan hari itu gue jalan-jalan ke Blok-M Plaza sendiri aja karena gue lagi engga punya cewek (baru putus), iseng aja gue keliling sendiri mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas dan akhirnya gue stand by di bioskop twenty one. Sambil asik ngeliat poster-poster film yang dipasang, mata gue jelalatan kekiri dan kekanan kali-kali aja ada cewek yang mau nemenin gue nonton film. Tapi kayaknya hari itu hari sial gue, karena gue liat engga ada satu cewekpun yang sendirian, semua cewek yang dateng kesitu semua bawa pasangan. Setengah putus asa gue beli aja tiket nonton dalem hati gue bilang "ya udah lah ".
Setelah pintu theater di buka gue langsung aja masuk dan nunggu filmnya diputer. Waktu film ampir maen tiba-tiba ada yang negor gue "Permisi Mas..!", waktu gue liat ternyata yang ngomong adalah seorang cewek. Dia ternyata duduk disebelah gue, trus gue bales aja "Silahkan ehm sendiri aja ?", gue tanya gitu karena gue engga liat siapa-siapa lagi selain dia. "Iya nih lagi iseng abis boring sih kalo dirumah .!", tuh cewek jawab sambil ngeliat ke gue. Dalem hati gue pikir "Nah ini dia, tadi dicari diluar engga ada ehh..engga taunya malah dapet di dalem". Gue terusin aja nanyanya "Kenapa koq dirumah bisa boring sih ?". "Ya..bosen aja kalo hari libur gini, engga ada kegiatan tuh !", di bilang sambil mulai makan popcorn yang dia bawa. "Eh Mas mau ?", dia nawarin popcorn ke gue."Wah makasih deh nanti aja yah!!", jawab gue. "Ooo..iya..nama gue Jimmy, nama elo siapa kalo boleh tau ?", tanya gue. "Nama gue Reny, elo sendiri juga Jim ", tuh cewek nanya lagi ke gue. "Iya abis sama kaya elo, gue juga lagi engga ada acara makanya gue nonton aja ", sahut gue. Akhirnya kita berdua jadi ngobrol panjang lebar sambirl nunggu film maen. Pas film udah maen gue keluarin cocacola kaleng yang gue beli di luar dan berniat utuk membukanya. Entah kenapa tiba-tiba tuh cocacola kaleng muncrat isinya pas gue buka dan airnya menyembur keluar mengenai badan Reny. Dengan reflek gue keluarin saputangan gue dan langsung ngebersihin air cocacola yang ada dibadan Reny sambil bilang "Waduh sorry berat nih sumpah gue engga sengaja !!". Waktu ngebersihin gue engga sengaja nyenggol teteknya tuh cewek wah ternyata walaupun engga gede-gede amat tapi padet banget. "Engga apa-apa koq Jim kan elu engga sengaja ini !", bales Reny. Berhubung si reny diem aja waktu kesenggol teteknya ya udah gue lama-lamain aja ngbersihin di bagian itu sambil sesekali nyoba ngeremes. "Wah..koq betah ya ", sahut Reny. Sambil belaga bego gue tanya "Betah kenapa ?". "Itu tangan koq malah maenin tetek gue ", kata Reny sambil nahan senyum. "Abis tetek elo ngegemesin sih, sekel banget Ren ?", sahut gue lagi. "Iya dong kalo punya properti tuh kan harus dirawat biar bagus ", kata Reny lagi.
Ditengah filem maen gue iseng nanya gini "Ren dari pada disini mending kita cari tempat aja yuk buat ngobrol ?". Trus si Reny bilang "Ya udah nunggu apa lagi Jim ! Eh elo bawa mobil ?". "Beres ", sambil gue gandeng tangan Reny untuk keluar dari gedung bioskop.
Sampe dimobil gue tanya ke dia "So kita mau kemana nih ? Ren ?".
"Ya terserah elo aja kan elo yang ngajak !", jawab Reny.
Akhirnya gue ajak aja ke hotel yang terdekat yaitu ke hotel Melawai. Singkatnya setelah semua urusan check in selesai dan kita berdua udah sampe kamar, gue tanya lagi sama dia.."Ehm kita mau ngobrol atau mau ngapain nih ?". "Ngapain juga kita disini cuma ngobrol doang Jim kan gue juga tau maunya elo apa .!", Reny bilang gitu sambil ngelepas baju kaos dia dan rok mininya. Wah bodinya lumayan oke juga nih walaupun wajahnya engga begitu cantik sih. Dia pake bra sama cd warna item transparan jadi pentil teteknya dan jembutnya yang engga begitu lebat kelihatan ngebayang. "Buka dong baju elo Jim trus elo tunggu di tempat tidur, gue mau ke toilet dulu nih ", sambil ngomong gitu dia masuk ketoilet Dalem hati gue ngomong "Sialan nih cewek gue disuruh-suruh nih bikin gue malu aja !". Tapi gue buka aja baju, celana jeans dan cd gue yang pasti kontol gue udah ngaceng nunjuk keatas. Timbul pikiran iseng gue "Si Reny ngapain yah di toilet ah..gue susul aja ", langsung aja gue susul dia ke toilet. Pas pintu gue buka ternyata dia lagi nyebokin memek dia pake shower sambil duduk dipinggiran bak mandi. "Heei ngapain elo masuk Jim bukannya nunggu di kasur .?", dia ngomong gitu sambil sedikit kaget. "Abis elo lama banget sih elo liat dong kontol gue udah ngaceng berat nih .", sambil gue acungin kontol gue ke muka dia. "Hihihihi udah horny yah aduh kasian sini gue jilatin deh .!", sambil dia ngelus-ngelus kontol gue. "Elo ngapain sih lama bener ?", gue tanya gitu sambil nikmatin elusan tangan dia di kontol gue. "Terus terang Jim gue juga udah horny waktu di bioskop tadi .sampe memek gue basah jadi gue cuci dulu abis tengsin sih .!!!", setelah ngomong gitu dia mulai jilat dan ngelamotin kontol gue. "Uhhh .shhhhh enak Ren .!", gue ngerasa kontol gue anget banget waktu di lamot ama Reny yang sesekali ngegigit gemes kontol gue. Sekitar lima menit Reny ngelamot kontol gue sampe basah banget ama air liurnya, gantian gue yang beraksi. Gue maenin teteknya, pentilnya yang kecil dan berwarna coklat tua gue pelinitr-pelintir trus yang satu lagi gue remes dengan gemes gue liat si Reny merem sambil ngerasain remesan tangan gue. Setelah beberapa lama gue suruh aja si Reny nungging di dalem bak mandi karena gue mau maen pake dog style. Berhubung nih cewek kayaknya sih perek jadi gue engga mau jilatin memek dia. Waktu dia nungging busyeet..pantat dia bohai banget trus gue elus-elus tuh pantat yang bohai..mulai dari arah pinggang sampe kebagian memeknya yang kalo nungging gitu jadi keliatan jelas semua isi didalemnya, gue mulai ngelus-ngelus jembutnya yang jarang trus kebagian itilnya gue gesek-gesek sambil sesekali gue masukin jari tengah gue ke lobang memeknya yang udah mulai basah.
"Ahhhh .uhhhh ..shhhhh .waw Jim .enak Jim ah ..!!", Reny mulai medesah genit keenakan. Setelah gue rasa udah cukup basah akhirnya gue arahin kontol gue ke lobang memeknya dan perlahan gue dorong maju "Slebbbb .!", kontol gue masuk semua kedalem memek Reny karena memang udah basah jadi engga begitu susah. "Aaawww .asshhh .shit .ouhhh .Jimmy ahhhh!!", Reny menjadi histeris setelah gue gerakin pinggul gue maju mundur perlahan. Rasanya memang nikmat banget apalagi buat gue yang udah kira-kira dua minggu belon tersalurkan nafsu birahi gue. "Shhh oohhhh ..ahhh !!", gue mendesah sambil maju mundurin pinggul gue dan tangan gue maenin pentil teteknya Reny yang juga udah mulai keras. "Ahh uuuhhh .shit Jim gue mau nyampe nih .ahhhhh .duhhhhh .waaaaawww..!!", sambil ngomong gitu si Reny menekan keras pantatnya ke belakang agar batang kontol gue masuk lebih dalem lagi kedalam memeknya. Gue ngerasa ada cairan hangat yang membasahi batang kontol gue, ternyata si Reny udah orgasme ini ditandai dengan kepalanya mendongak ke atas dan diserati desahannya, "Auuhhh .shhh .Jim .Oufff .shhhhh .!!!". Langsung gue cabut kontol gue dari memeknya dan gue gendong dia menuju ke tempat tidur yang nyaman. Gue rebahin tubuh si Reny diatas tempat tidur dan gue jilatin teteknya yang mantaf punya dengan rakus. Tiba-tiba gue punya ide dan gue langsung bangun dari tempat tidur menuju ke mini bar yang ada disamping tv. Gue buka kulkas dan gue ambil juice jeruk. "Elo koq brenti sih Jim..??", tanya Reny sambil masih celentang di tempat tidur. Gue jawab, "Ada deh mau tau aja !". Gue balik lagi ketempat tidur dan gue tuangin juice jeruk tersebut ke teteknya, walaupun sampe tumpah ke kasur gue engga peduli. Abis itu gue mulai jilatin teteknya si Reny dengan rakusnya sambil menikmati juice jeruk yang gue tuang tadi. "Ohhhh Jim..geli geli Jim Ahhh .", Reny mulai blingsatan engga karuan sambil jambak rambut gue. Gue terus jilat dan ngelamot teteknya Reny sampe juice jeruk tersebut abis. Dan setelah itu gue buka pahanya lebar-lebar untuk gue sodok dengan kontol gue lagi. "Blessspp..ahhh ..shhh ", gue mulai bergerak naik turun "Slebbb blesss .slebbb blesss ", terdengar bunyi dari memek si Reny yang udah mulai basah lagi. Reny yang udah mulai horny mulai menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti irama gue. Ternyata si Reny emang ahli karena gue ngerasain nikmat yang engga ada duanya, "Wahhh .Ren ahhhh elo hebat Ren shhhhh memek elo bisa nyedot ohhhh ..shhhh", ucap gue keenakan. Gue ngerasa kalo kali ini gue mau nyampe, "Ahh Ren..gue mau keluar nih ". Reny mendorong tubuh gue sambil bilang, "Gue diatas deh..Jim!!". Gue cabut kontol gue dan gue rebahan menggantikan si Reny yang udah bangun dan langsung nangkring diatas perut gue. Reny mengarahkan kontol gue ke arah lobang memeknya dan menekan kebawah, "Bleeep ahhhh .". Reny kini yang aktif dia bergerak keatas dan kebawah sambil menjambak rambutnya sendiri. Tangan gue yang bebas lansung bermain-main dengan teteknya Reny yang udah engga karuan warnanya abis gue cupangin tadi. "Ahhh duhhh Jim..gila enak bener shhh ouhhhh", Reny sedikit menjerit. Setelah sekitar 15 menit gue ngerasa udah engga tahan lagi untuk orgasme "Ouuuhhfff Ren..gue udah engga tahan nih shhh .", gue cengkram pinggang Reny untuk melampiaskan perasaan nikmat. "Jim kita keluar bareng ahhhh .shhhh ..ouhhhhh..Jimmmmm ..cret creet crooot croot..!!!". Akhirnya kita berdua orgasme bersaaman, nikmat sekali yang gue rasakan saat itu. Setelah menikmati orgasme masing-masing kita tertidur sambil berpelukan.
Kita terbangun malam hari dan langsung berpakaian setelah itu langsung cabut. Ternyata hari libur gue engga sesial yang gue kira, malah gue dapet duren yang udah mateng hahahaha..

Thank's Wiro .!!!


TAK KUSANGKA
From: ----edit----- <------@yahoo.com>
Date: Thu, 26 Feb 1998 16:58:23 -0800 (PST)


Best story kejadian ini terjadi sekitar setahunan yg lalu ( 20 desember 1996) nama gue dimas. gue adalah seorang mahasiswa yg bersekolah di luar negri. gue mempunyai teman cewek yg sudah gue kenal sejak sma namanya ade (samaran). kita sama2 bersekolah di satu sma dan dia adalah teman baik gue.sejauh yg gue tau kalo dia tuh anak baik2 dan lumayan alim deh. selepas sma gue langsung melanjutkan sekolah ke australia sementara dia melanjutkan ke salah satu pts di jakarta.

pada bulan desember, gue pulang ke jakarta untuk berlibur setelah 2 tahun lebih bersekolah di australia. tentu saja setelah pulang gue berusaha menghubungi teman2 lama gue, termasuk si ade (nama samaran)itu. kita mengatur schedule untuk bisa ketemu. kebetulan pula kuliah dia sudah mulai libur jadi tidak sulit buat kita untuk ketemu.

kita akhirnya janjian ketemu di rumahnya di daerah joglo. meskipun rumah gue di daerah jakrta pusat, tapi gue bela2in deh demi ketemu temen lama. si ade ini kalo gue bisa bilang orangnya cantik, tapi bodinya jauh dari seksi...alias kurus abis. tingginya sekitar 165 cm-an deh, rambutnya pendek sebahu..meskipun ngga terlalu attractive, tapi pada kenyataannya banyak juga sih cowo yg ngejar2 dia.

abis gue jemput, trus kita pergi jalan untuk makan siang di restoran padang sari bundo, sambil ngobrol2 tuker cerita. abis makan kita langsung nonton di kc (planet hollywood). pas waktu nonton ngga ada kejadian apa2 sama sekali. keluar nonton sekitar jam 1/2 8 malem..gue niat mo langsung anterin dia pulang, tapi untuk confirm mau pulang, gue make sure dan tanya dia.
ternyata dia jawab, "ntar aja ah..kan masih sore, ngapain buru2?" trus gue bilang...cape soalnya..nyetir dari siang". trus dia bilang lagi "istirahat aja dulu di rumah gue yg satu lagi kan deket dari sini, kita kan blom abis ngobrol2nya, kebetulan tu rumah lagi ngga ada yg ngontrak". akhirnya gue setuju sama idenya..kita menuju ke arah kemanggisan. sesampainya disitu, gue langsung aja rebahan di sofa, sambil mesen minum sama pembokatnya yg jaga rumah.abis minum dianterin, pembokatnya pamit mo jemput anaknya dari sekolah. sambil ngobrol2 terus..akhirnya sampe ke topic pacar..ternyata dia tuh belom punya pacar sampe sekarang. gue juga ngga punya pacar sih..masih ngebujang aja. ngga tau kenapa pas ngomongin topik itu gue terangsang hebat, udah gitu kita duduk agak mepet2. gue iseng tanya.." pernah ciuman ngga de?" eh dia jawab " belom tuh". pheww...matanya itu lho pas ngejawab..sendu banget...
sebenernya gue ngga mau, tapi namanya udah napsu..gue bilang aja...mo nyoba ngga? sambil cengar cengir...eh dia diem aja. hmm...kesempatan nih...akhirnya gue cium bibirnya..very2 gently..sampe dia merem. ah ternyata ciuman itu awal semuanya. kontol gue ngaceng berat. kayanya berasa deh di dia. gue terusin lumat bibirnya..lama2 makin dahsyat, sampe akhirnya tangan gue naek ke toketnya dia, tadinya gue pikir rata, eh taunya ada juga. gue udah mulai ngga minta permisi lagi..lansung aja gue masukin tangan gue ke t-shirt dia. dianya tetep diem, sambil matanya makin sendu. kita lakukan itu kira2 sekitar 15 menit. akhirnya gue udah mulai bosen sama main2 'diatas' doang..gue mulai berani gesek2 memeknya pake tangan gue dari luar (dia masih pake jeans). dia tetep diem juga...akhirnya gue mau coba masukin tangan gue ke dalem jeansnya..tapi dia pegang tangan gue " mas..jangan ah". gue nurut aja sih. trus gue mainin dari luar jeans lagi...sekitar 10 menitan gue coba lagi...eh dia diem aja kali ini...ngga tau kenapa..mungkin karena udah tereangsang banget kali ya... yaudah...gue copotin aja kancing jeansnya..plorotin sampe se dengkul...cd-nya putih, gue udah deg2-an banget..gue plorotin juga cd-nya...wih..baru sekali2nya gue liat memek cewe..dia udah diem ngga ada perlawanan...trus gue pegang memeknya pake jari gue..basah banget. insting gue mengarahkan gue untuk jilat memeknya dia, trus gue nunduk dan mulai jilat2 memeknya dia. dia mulai mendesah...ahh...dimas...gue ngga tau apa yg ada dipikiran gue waktu itu..yg jelas jilatin memek cewe ngga se jijik yg gue kira sebelomnya...gue lepas semua baju dia, sampe telanjang bulet..biarpun kurus, tapi kulitnya putih bersih terawat. karena dia ngga ada inisiatif, akhirnya gue buka sendiri baju gue..keliatan deh kontol gue yg ngaceng abis itu. kontol gue ngga gede2 amat sih, tapi ngga kecil juga, yah respectable size lah. dia lumayan kaget ngeliat kontol gue..tapi dia diem aja sih...akhirnya gue terusin oral seks sampe sekitar 10 menit dan lidah gue udah mulai pegel...gue akhirnya naik dan arahin kontol gue ke memek dia. dia juga udah mau ...gue masukin..astaga..ngga mau masuk..gue teken, eh melejit kesamping..akhirnya gue pegangin kontol gue dan teken pelan2..dianya ngejerit" mass....sakitttt". gue tarik lagi akhirnya..gue kasian soalnya sama dia. gue ambil napas sebentar, trus nyoba lagi...sambil gue teken tanggannya di kasur, gue bilang " tahan ya de sakitnya" dia cuma ngangguk aja..akhirnya gue coba lagi pelan2...gue teken kontol gue pelan2..masuk dikit..tapi kayanya dia nahan sakit banget..akhirnya gue teken lagi, lagi..sampe setengahnya udah masuk...trus gue brenti supaya dianya ngga terlalu sakit. akhirnya gue lanjutin lagi usaha gue sampe semuanya masuk...kayanya memeknya udah bisa adaptasi sama gedenya kontol gue..akhirnya gue tarik kontol gue..masukin lagi..keluar masuk...sampe akhirnya dia udah ngga kesakitan lagi...sekarang yg kedengeran cuma desahannya aja .." mass...enaaakkk" duh..gue sendiri cuma diem aja..soalnya gue juga baru pertama kali begini...ngga sampe 5 menit, gue ngerasa kalo gue udah mau keluar, tapi sebelom itu si ade mendesah kenceng banget sampe guenya kaget, gue pikir dia udah orgasme. akhirnya gue ngga tahan lagi...makin cepet gue keluar masukin kontol gue sampe akhirnya keluar sperma gue di memek dia...pheww...gue lemes banget...ngga ada tenaga lagi..dia juga gitu...ternyata abis gue cabut ada sedikit bercak darah. ngga gue kira sama sekali kalo perawannya si ade gue yg ambil. setelah kejadian itu, hubungan gue sama dia udah kaya pacaran, meskipun ngga pernah ada kata cinta. kita ngentot bisa dibilang ampir tiap hari setelah itu. gaya2 kita juga improve, dia udah brani oral seks dan mulai punya inisiatif2, kita juga pake kondom biar safe. gue bener2 ngga ngira, gue pikir dia tuh alim banget..ternyata..alim bukan berarti ngga punya napsu..bener ngga?

Next