Arsip 50


HASRAT DAN NAFSU (2)
From: "---" <-------@Yahoo.com>
Date: Thu, 26 Nov 1998 23:24:42 +0700


Halo .. ketemu lagi pembaca Cerita-cerita Seru, saya akan melanjutkan lagi kisah sex saya  dalam Hasrat dan Nafsu 2. Seperti yg telah saya ceritakan sebelumnya, kehamilan mbak Marisa olehku benar-benar membuatnya sangat bahagia. Terkadang aku nggak habis pikir dengan jalan pikiran mbak Marisa ini. Bagaimana mungkin ia bisa bersikap demikian padahal anak yg dikandungnya itu jelas bukan dari sperma suaminya yg sah. Aku khawatir jika perut mbak Marisa semakin besar pasti akan terjadi geger seisi rumah. Tak dapat kubayangkan reaksi suaminya nanti jika melihat isterinya dihamili orang.

" Kapan suamimu pulang .. Marisa ..?", bisikku letih kepadanya, sejenak setelah hampir sekitar kurang lebih 1 jam aku menggeluti dan menyetubuhinya sebanyak dua kali. Kami berbaring kelelahan diatas kasur kamarnya. Kuelus-elus mesra bukit kemaluannya yang sedikit basah berkeringat sehabis kusenggamai. Begitu tebal dan montok bukit kemaluan mbak Marisa ini. Kucubit gemas berulang kali belahan bibir labia mayoranya yang empuk dan kenyal.
" Nggghhhh ..... akhir bulan depan Er ... kenapa ..?", ujarnya setengah merintih menikmati elusanku.
" Apa katanya nanti Marisa ... ?", tanyaku sedikit khawatir.
" Aahh ... selalu itu saja yg kau tanyakan Ery ... ngghhh ... dia harus tahu diri karena ia sendiri yg mengusulkan ide ini ....."
" Bisa-bisa aku dibunuhnya Marisa ...?", tanyaku masih tak puas.
Mbak Marisa membuka kedua matanya yg setengah terpejam lalu memandangku gemas.
" Ery ... bagaimanapun juga suamiku pasti ingin tahu siapa bapak anak yg sedang kukandung ini ... setidaknya kamu mesti ketemu dengannya ..."
" Suamimu benar-benar gila Marisa ... ?"
" Kita yg gila Er ... dan kau yg gila Ery ... kamu sendiri khan yg nekat dan berani-beraninya merayuku sampai hamil begini ...ahhh ...", bisiknya lirih masih kelelahan. Mulutnya tersenyum kecil.
" Kenapa kamu juga mau dirayu ....?", ujarku tak mau kalah.
" Bodo aahh ...", sahutnya malas.
Kupandangi wajah cantiknya yg terlihat letih. Bibirnya yg sedikit tebal tampak basah. Kupandangi tubuh bugilnya yang putih mulus dan begitu montok nan aduhai, kedua buah dadanya  mengacung tegang bak buah melon dengan puting-putingnya yg keras berwarna coklat kemerahan. Pinggulnya bundar padat dengan kedua paha serta kaki seksinya yg putih merangsang, bukit kemaluannya yang mulai tertutup dengan rerimbunan jembutnya yang halus dan kehitaman tampak basah merangsang birahi.
" Suamimu benar-benar menyia-nyiakanmu Marisa ...", bisikku gemas. Kuremas dan kukocok alat vitalku yg mulai menegang lagi. Dalam sekejab rudal tomahawk ku telah kembali perkasa. Kepala penisku membesar bak buah sawo manis. Urat-urat disekujur batang penisku mulai bertonjolan keluar menandakan ereksi-ku yang telah sempurna.
Mbak Marisa melirikku sekilas dan hanya bisa tersenyum letih.
" Aaah .. kadang kupikir aku sudah tak sanggup lagi melayanimu Ery ...", bisiknya lemah.
Aku tersenyum menyeringai senang. Dengan penuh gairah aku kembali menaiki dan menindih tubuh mbak Marisa yang telanjang. Kupentang lebar kedua belah paha mulusnya. Dan ia hanya memekik kecil dan merintih panjang saat untuk kesekian puluh kalinya batang alat vitalku kembali menembus dan mengoyak liang kemaluan hangatnya sampai mentok kandas.
" Aawww ... ooh .. Ery .. kau ini benar-benar hipersex ...", bisiknya letih. Aku tahu mbak Marisa sudah tak sanggup lagi melayani nafsu sex ku lagi.... Sayang aku tak peduli.
Ia hanya bisa mengeluh dan merintih berulang kali ketika aku mulai mengayuh pinggulku turun naik menyetubuhinya lagi beberapa saat lamanya, sebelum akhirnya air maniku kembali tersembur keluar dengan hebatnya memenuhi liang vaginanya, menyebar benih-benih spermaku kedalam rahimnya.
{{{
Perlu juga saya ceritakan sedikit tentang kelainan sex yg dimiliki mbak Marisa .... Selain ia senang menyuruhku meminum cairan lendir orgasmenya, mbak Marisa juga suka melihat air maniku ditumpahkan keatas kemaluannya.
Pernah suatu malam saat kami berhubungan badan yg biasanya paling tidak kami lakukan sebanyak 2 ronde, pada ronde pertama kami bersenggama ketika kurasa air maniku sudah hendak muncrat keluar tiba-tiba mbak Marisa berbisik kepadaku.  
" Eryyy ... keluarkan diluar sayang ....nnnggghh .... cabut dulu penismu Er ....", erangnya manja.
Semula aku agak kaget juga mendengar permintaannya yg aneh, karena biasanya bila air maniku hendak keluar kedua paha mulusnya langsung dijepitkan kuat-kuat ke pinggangku dan vaginanya langsung merapat ketat sekali sampai alat vitalku tak kuat lagi menahan rasa nikmat, namun kali ini mbak Marisa malah mendorong tubuhku yg sudah mulai meregang nikmat hendak enjakulasi, dengan cepat tubuhnya yg berada dibawah tindihanku langsung bergeser sedikit keatas sehingga otomatis batang penisku langsung tercabut keluar dari dalam liang vaginanya. Belum juga habis kagetku, jemari tangan kanannya menyambar alat vitalku ... diremasnya kuat dan dikocok naik turun dengan cepat ... kepala penisku diarahkannya keatas permukaan bukit kemaluannya yg besar montok ditumbuhi dengan bulu jembutnya yg mulai rimbun dan tebal, belahan kedua bibir kemaluannya masih setengah terbuka sehabis kusenggamai tadi dan tampak basah berlendir bekas cairan kewanitaannya yg bercampur dengan cairan orgasmenya yg berwarna keruh  kekuningan.
.... Crraatttt ...crreeeettt ....... Crrreeett ....... Crrrettt t....... ccreeeeetttt.......
Air maniku yg putih setengah kental langsung berhamburan keluar banyak sekali membasahi seluruh permukaan bukit kemaluannya yang merangsang. Bulu jembutnya yg mulai tebal seakan tertutup oleh leleran air maniku yg putih seolah seperti sedang dikeramasi. Saking kuatnya semburan spermaku itu sampai membentuk garis-garis putih dan panjang diseluruh bukit kemaluannya dan sekitar perut serta pusarnya, sebagian besar meresap masuk disela-sela belahan bibir kemaluannya dan memasuki liang vagina merahnya  yang setengah terbuka.
Kedua mata mbak Marisa tampak berbinar-binar melihat cairan mani kentalku yg begitu banyak melumuri bukit kemaluannya. Ia mendesis gemas dan lidahnya setengah terjulur keluar menjilati bibirnya yg basah merekah.
" mmmmhh ..pantas saja begitu cepat aku hamil Er .... Spermamu sebanyak ini ....", bisiknya kagum.
Aku tersenyum bangga diantara rasa nikmat enjakulasiku, kuraih alat vitalku yg mulai sedikit lemas karena air maniku seakan terkuras habis dari remasan jemari tangan mbak Marisa ... dengan gemas kuusap-usapkan alat vitalku yg masih setengah ngaceng ke seluruh permukaan bukit kemaluannya yg penuh leleran maniku sendiri lalu dengan sedikit susah payah berusaha kubenamkan kembali kepala penisku yg sudah loyo itu kedalam liang vaginanya. Tapi sayang.... Alat vitalku terlalu lemas untuk memasuki liang vagina mbak Marisa yg sangat rapat ... hingga meski aku berusaha menekan tetap saja hanya ujung kepala penisku yg bisa masuk sekitar 3 centi saja ...
" Aaaahhhh .... Marisa ....", bisikku gemas menyaksikan semua itu. Aku terkulai lemas disampingnya.
Dengan mesra mbak Marisa mengusap lembut jidatku yg penuh keringat sebelum akhirnya ia mengusap-usap perut dan bukit kemaluannya sendiri yg penuh leleran maniku sampai berjatuhan dan membasahi sprei tempat tidurnya.

Beberapa kali aku juga sering minta kepada mbak Marisa untuk mencoba merasakan senggama lewat lubang anusnya, karena sering aku melihat di film2 porno anal sex seperti itu kelihatannya sangat nikmat sekali karena lubang anus sudah pasti sangat sempit dan jauh lebih rapat dibanding liang vagina. Namun dengan tegas mbak Marisa selalu menolak dengan alasan kotor dan takut sakit. Untuk menghiburku biasanya ia menyuruhku agar menjepitkan batang alat vitalku diantara payudaranya yg memang sangat besar. Aku sangat menyukainya karena rasanya juga nikmat... empuk, kenyal dan hangat. Dan bila air maniku sudah hendak tumpah keluar maka mbak Marisa akan memintaku untuk memasukkan penisku kedalam liang vaginanya kembali. Ia memang lebih senang kalo air maniku ditumpahkan disitu karena katanya 'sense of good' nya luarbiasa kalo liang senggamanya dialiri cairan hangat.
Namun selama kami berhubungan badan belum pernah sekalipun mbak Marisa mau  mengulum dan menghisap batang penisku (blow job) sebagai pemanasan, padahal aku sangat kepingin sekali bisa merasakan kuluman dan sedotan mulutnya yg menawan itu. Pernah suatu kali ketika air maniku hendak tumpah keluar setelah kurang lebih 15 menit kujepitkan dan kugesekkan diantara kedua buah dadanya, aku meminta mbak Marisa untuk mencoba merasakan dan meminum air maniku, pada mulanya dia menolak karena ia risih kalo harus mengulum dan menghisap batang penisku namun setelah kubujuk agar ia membuka mulutnya saja karena jemari tanganku sendiri yg akan mengocoknya akhirnya mbak Marisa bersedia meski setengah ragu. Saat air maniku telah sampai diujung leher kepala penis pertanda enjakulasiku telah sampai dengan cepat kusodokkan kepala penisku memasuki mulut mungilnya dan langsung kusemburkan air maniku dengan sekuatnya kedalam kerongkongannya. Kurang lebih 3 semburan kuat. Ia terperangah dan mendelik kaget dan kurasakan gigi-gigi mulutnya seakan menggigit penisku. Sejenak kemudian mbak Marisa memalingkan mukanya lalu terbatuk-batuk sambil memuntahkan air maniku kembali keluar. Aku sedikit kecewa karena ulahnya tsb, sebagai pelampiasan kusemburkan sisa-sisa air maniku yg masih ada ke atas pipi dan rambutnya sampai basah semua.
Akibatnya ..... ia juga kesal atas ulahku. Selama 4 hari mbak Marisa tak mau kutemui sama sekali. Aku sangat menyesal sekali. Namun kejutan ketika di hari kelima tiba-tiba ia muncul ditempat kostku sambil meminta maaf telah mengabaikanku. Sebagai gantinya ia mengajakku rekreasi dan menginap di Klub Bunga kota Batu, disana kami berdua melampiaskan semua nafsu birahi kami yg serasa mau meledak karena 4 hari tak ketemu. Kalo kupikir heran juga kami saat itu, masa dalam 1 hari 1 malam di hotel aktifitas terbanyak kami hanya diatas ranjang, siang sewaktu kami tiba di hotel ... langsung masuk kamar untuk berhubungan badan, 1 ronde selesai kami turun untuk makan, lalu 1,5 jam kemudian kami berdua masuk kamar lagi dan berhubungan badan lagi ... setelah itu tidur selama kurang lebih 3 jam ... ketika bangun kami bercumbu lagi dan diteruskan dengan bersetubuh lagi ....setelah selesai dan mandi kami turun untuk makan malam ... 1 jam kemudian masuk kamar lagi bercumbu lalu berhubungan badan lagi ... selesai kami tidur sejenak sampai pukul 9 malam, ketika bangun kami nonton TV tetapi malah kebetulan sedang memutar film bertema romantis. ... kami jadi terpengaruh lalu bercumbu dan bersenggama lagi ... selesai kami tidur lagi sampai hampir pukul 2 malam .. aku terbangun karena haus sekali. Bersenggama berkali-kali membuat tubuhku sangat lemas kurang cairan. Aku membangunkan mbak Marisa untuk minum bersama-sama. Semula ia ogah-ogahan karena ngantuk namun begitu aku menggodanya dengan meremas gemas buah dadanya yg montok dan kenyal ia jadi terpengaruh. Disibakkannya selimut penutup tubuhnya. Mbak Marisa masih setengah telanjang karena ia memang hanya mengenakan celana dalam saja. Dengan perlahan ia lalu memelorotkan dan melepas kain penutup tubuh satu-satunya itu, lalu dengan manja ia memintaku untuk menyetubuhinya lagi. Edaan ... kupikir. Tapi itulah kenyataannya malam itu mbak Marisa sangat hipersex .... Kuminum separuh gelas anggur putih dan separuhnya kuberikan padanya sebelum akhirnya aku menaiki tubuh bugilnya lagi untuk kusetubuhi sampai ia merintih keras mereguk puncak kepuasan sex.  
Benar-benar 1 hari yg tak kan pernah terlupakan ..... capek tapi membawa nikmat ...
}}}   

9 Nopember ....
Siang itu setelah salon tutup, aku bersiap hendak mengantar Silvi pulang. Perlu pembaca ketahui Silvi sudah resmi jadi pasanganku sejak seminggu lalu meski masih dalam taraf penjajakan. Dengan mesra kucium dahinya yg putih dan halus sbg tanda sayang. Silvi tertunduk malu, ia benar-benar polos sekali. Kadang kupikir benar juga kata Agus ... Silvi ini belum pernah dijamah laki-laki, atau mungkin malah belum pernah pacaran sama sekali. Aku tak pernah menanyakan hal tsb kepada Silvi, karena itu bukan masalah penting buatku.
" Vi ... aku pipis dulu yaa ..", ujarku padanya mesra.
" Iiih ada aja sih kamu ... cepetan dong ...", bisiknya tak kalah mesra. Kadang lucu juga ia memanggilku dgn sebutan 'mas' padahal usianya setahun lebih tua dariku.
Dengan penuh semangat aku bergegas ke kamar mandi belakang rumah mbak Marisa. Kulihat mbak Diana, Erna, Santi dan juga mbak Marisa masih asyik memberesi peralatan salon.
" Hai ... everybody ... ", sapaku gembira kepada mereka semua.
" Hai juga ... mau nganter Silvi pulang Er ..?", tanya mbak Marisa sembari tersenyum penuh arti padaku. Kelihatannya mbak Marisa masih terkenang dengan keganasanku semalam ketika menyetubuhinya.
" Iyaa .. mbak ... but kencing dulu nih ..", ujarku sambil ngibrit ke belakang.
Setengah berlari aku menuju ke kamar mandi belakang dekat dapur. Karena sudah kebelet aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam dan ...
Astaga ....
Ternyata Sherly ada disitu sedang buang air kecil juga, kebetulan kulihat ia masih berjongkok mengeluarkan air kencingnya ... bunyinya mendesis-desis seperti suara ular.
" Eehh ...."
" Eeehh ..."
Kami berdua sama-sama kagetnya.
Karena kebetulan saat itu Sherly sedang mengangkat roknya keatas, sehingga dapat kulihat jelas kedua belah pahanya yg seksi dan putih mulus, begitu juga bagian terlarangnya yg lain. Wiiiihhh .... Mataku sampai mendelik kagum menyaksikan keindahan bukit kemaluan Sherly yang cukup besar. Bulu jembutnya yg merangsang tidak terlalu lebat sekali sehingga aku dapat melihat jelas celah bibir vaginanya yg ternyata masih menutup rapat, namun dari sela-sela celah sempitnya itu kulihat sebuah air mancur kecil sedang menyembur-nyembur dengan hebatnya.
Sherly dengan wajah merah padam segera menutup bagian bawah tubuhnya dengan rok pendeknya lalu ia langsung berdiri, setengah terburu-buru ia segera membalikkan badan karena malu. Celana dalamnya yg masih tersangkut diantara kedua pahanya yg putih mulus segera ditarik keatas dan dipasang kembali. Wooww ... indahnya bentuk pinggulnya itu.
Baru kali ini aku menyadari betapa indahnya bentuk tubuh mbak Sherly ini. Tak kalah dengan Marisa. Bokongnya terlihat bulat mekal dan padat, menandakan ia termasuk cewe yg nikmat untuk disetubuhi.
Mukanya masih merah padam ketika dengan cepat Sherly menghampiriku dan Plokk ...
tiba-tiba saja pipiku terasa panas dan pedih. Aku benar-benar maklum kenapa ia menamparku.
" Maaf Sherly ... saya nggak sengaja ... kenapa pintunya nggak dikunci ..?", ujarku pelan sembari meraba pipiku yg panas.
" Saya bukan cewe murahan yg bisa kau pandangi seenakmu Ery ... kamu sengaja khan mengintipku ...?", katanya dengan pandangan berapi-api.
" Astaga ... swear Sherly ...untuk apa aku mengintipmu ...", ujarku membela diri.
" Ery ... kau bisa saja mempermainkan mbak Marisa tetapi itu bukan berarti kau juga bisa mempermainkanku ...", katanya ketus.
Aku tersenyum melihat kemunafikan di wajah cantiknya. Aku tahu Sherly sedang berpura-pura menutupi rasa malunya sendiri. Bagaimanapun juga aku tahu ia punya hasrat  kepadaku.
" Maaf Sherly .. saya nggak perlu berdebat denganmu lagi ...saya ingin kencing ..", ujarku rada jengkel juga. Aku membalikkan badan memunggunginya.
Setengah memancing sengaja setengah kuplorotkan celana jeans dan celana dalamku. Ingin kulihat seberapa jauh reaksinya. Kalau ia keluar berarti ia punya konsekuensi tersendiri, jika tidak berarti ia bohong dan menginginiku. Alat vitalku yg masih lemes segera kuluruskan agar air kencingku tak sampai mengotori dan membasahi celanaku.
Benar saja beberapa saat kemudian ketika air kencingku mulai mengalir keluar, kurasakan sebuah dekapan lembut memeluk pinggangku, aahh ... aku sedikit terlena merasakan desakan dua gumpalan bulat yg lunak dan kenyal menempel dan menekan punggungku ketat sekali. Seraut wajah cantik muncul dari sebelah pundak kananku seakan mengintipku yg sedang buang air kecil. Aku tersenyum penuh kemenangan.
" Aku tahu kau menginginiku Sherly ... kau tidak bisa membohongi itu dariku ..."
" Maafkan aku Ery ... maafkan kemunafikanku ...", bisiknya lembut.
Aku mendesah nikmat saat jemari tangan kanannya yg halus lentik menggantikan jemariku yg sedang memegangi alat vitalku.
" Aaahhh .... Sherly ... awas tanganmu kecipratan ...", bisikku mulai bergairah.
Hanya 5 detik saja, alat vitalku langsung menegang dalam genggaman jemari tangannya yg halus.
" Iiihh ... punyamu besar sekali Ery ...!", bisik Sherly lirih disebelahku. Jemari tangannya mulai mengurut batang alat vitalku yg mulai ngaceng .... Air kencingku masih menyembur beberapa saat. Sedikit kerepotan juga kencing dalam keadaan ngaceng seperti ini. Seperti ngganjel.
" Sini aku cucikan punyamu Er ...",kata Sherly perlahan. Diambilnya secebok air lalu pelan-pelan disiramkannya membasahi kepala penisku sampai ke tengah-tengah batang penisku yg ngaceng.
" Kau ereksi sekali Ery ...", katanya lagi begitu lembut, seolah alat vitalku yg sedang ngaceng ini hanya sekedar barang mainan anak-anak.
Diusapnya lubang saluran kencingku dengan ujung jemari telunjuknya beberapa kali sampai bersih membuat tubuhku sampai menggeliat kegelian.
" Sudah Sherly ...aaaahhhh ...geliii ...", bisikku keenakan.
Dengan perlahan penuh kelembutan Sherly lalu melepaskan genggamannya pada batang penisku yg ngaceng. Kubalikkan badan dan dengan segera kuraih tubuh Sherly dalam pelukanku. Dalam  2 detik bibir kami sudah saling bertautan mesra. Kunikmati bibirnya yang hangat merekah dan kuhisap dengan penuh nafsu. Begitu hangat dan lembut bibirnya membalas cumbuanku seakan kekasih yg memendam rindu. Sementara itu dengan terampil kedua jemari tanganku telah berada diatas dadanya lalu dengan gemas dua bulatan payudara Sherly yg cukup besar itu kuremas-remas berulang-ulang. Ooouhh .... Begitu kenyal dan padat. Sherly merintih pelan diantara cumbuan bibirku.
Namun hanya sebentar, 2 menit kemudian Sherly melepaskan ciumanku. Ia hanya memandangku dengan gemas penuh dengan sejuta keinginan.
" Sudahlah Er ... jangan diteruskan ... bagaimanapun juga kau milik mbak Marisa khan ..", bisiknya sedikit memburu.
" Tapi Sher .....", bisikku setengah kecewa. Ia tak menjawab hanya kedua jemari tangannya segera meraih celana dalamku dan ditariknya keatas menutupi alat vitalku yg masih ngaceng. Seakan masih bingung dgn pikiranku, Sherly dengan cepat telah memasangkan kembali celana jeansku dan mengancingkannya sekaligus.
" Aku menginginimu Sher ....", bisikku bernafsu. Aku segera memeluknya hendak mencium bibir merahnya sekali lagi.
" Eryy .. sudahlah nanti ada yg lihat ...", katanya setengah memberontak. Namun jemari tanganku lebih cepat, dalam sekejab tanganku itu telah memasuki roknya dan menyelip liar ke dalam celana dalamnya. Kurasakan rerimbunan lebat bulu jembutnya menggelitik telapak tanganku. Aaah ....bukit kemaluan Sherly yang montok dan berbulu lebat itu telah berada dalam genggaman telapak tanganku ... aku meremasnya gemas karena kehangatan dan keempukan daging kemaluannya itu.
" Eryyy ... lepaskan tanganmu ...ja ...jangan ...", pekik Sherly setengah gugup.

Tiba-tiba .....Krrriieeeeetttt........
Mbak Marisa telah berada didepan pintu kamar mandi. Kami berdua langsung mendelik kaget setengah mati. Apalagi mbak Marisa pula.
" Haaiiii ....apa yg kalian lakukan disini .... Eryy ....sedang apa kamu ..", seru mbak Marisa kepada kami.
Perlahan-lahan segera kutarik kembali tanganku dari sela-sela selangkangan kemaluan Sherly. Ada rasa kecewa juga. Sherly segera merapikan pakaiannya yg awut-awutan.  
"M ..mm ...mbak .... Maafkan kami mbak ....", ujar Sherly begitu gugupnya.
" Keluaaar kamu Sherly ...!",pekik mbak Marisa setengah marah.
Sherly kelihatan ketakutan sekali. Setengah tergopoh-gopoh ia segera menyingkir, namun dengan sigap kuraih pinggangnya lebih dulu.
" Eryy ...lepaskan ...", bisik Sherly padaku setengah memohon.
" Sher ...kamu jangan khawatir soal mbak Marisa...."
" Ery ....apa yg kamu lakukan ..", gertak mbak Marisa makin marah.
Aku menyuruh Sherly untuk segera pergi, lalu sejenak kemudian kuhampiri mbak Marisa yg masih setengah melotot kearahku. Secepat kilat kukecup bibirnya yg merah merekah.
Cuppp ....cupp ... mbak Marisa memekik kaget.
" Eryy ......"
" Marisa bagaimana kalo dia membongkar rahasia kita ....", ujarku sambil meninggalkannya pergi menemui kekasihku Silvi yg mungkin sudah lama menunggu.
" Erryyyy ...aku belum selesai bicara ...", kata mbak Marisa sekali lagi kearahku.
" Apa sayang ..."
Wajahnya yg cantik memandangku gemas.
" Kamu khan yg memulai tadi ...?", katanya setengah marah.
" A .. aku memang terangsang tadi Marisa ....", kataku terus terang
" Jangan berbuat gila Eryy ..."
Aku mendekatinya lagi.
" Marisa ... kalo boleh ... ehm ...tapi kalo mbak melarangnya aku akan menjauhinya ...", ujarku pelan penuh arti sambil mengedipkan mata.
Sekali lagi ia hanya memandangku gemas. Lama sekali ...sampai akhirnya  ia mengatakan
" Oke ...oke .. Er ... kalo itu juga maumu .. hehh .. kamu ini memang maniak ... mm .. oke ... tapi satu hal .. aku tidak ingin mendengar nanti ia sampai hamil olehmu ....", katanya pelan seolah mengingatkan.
Aku tersenyum puas mendengar jawabannya

Sore itu dirumah Silvi yg kebetulan sedang ada arisan RT, membuat kesempatanku berkencan dengan Silvi jadi tertunda. Padahal aku sudah merencanakan untuk mencumbunya. Maklum semenjak jadian baru sekali saja aku menikmati kelembutan bibir manisnya.
" Ramai ya Mas ....aduuh harus ngebantu ibu nih mas ...!", katanya setengah kecewa juga.
" Ya udah deh Vi .... Nanti malem aja aku kesini lagi ....salam aja deh sama mama-mu ..", bisikku kesal.
" Jangan marah dong mas ... cuppp ...", kata Silvi gemas sembari mencium mesra pipi kananku.
" Eeeh ... Silvi ntar ketahuan mama-mu berabe kita ..."
" Biarin biar kita dinikahin aja sekalian ...", katanya manja.
Sepeninggal situ, aku kembali balek ke tempat mbak Marisa untuk menemui Agus. Sengaja aku lewat pintu samping tempat kost agar kedatanganku tak terlihat mbak Marisa atau oleh yg lain. Di depan pintu kamar Agus kulihat ada 4 pasang sendal cewe yg sangat kukenal. Aku sedikit kaget karena disitu terdapat juga sandal Mona, cewe kost paling cantik yg menurut Agus belum pernah disentuhnya. Gilaa ... entah kenapa aku jadi cemburu melihatnya. Ingin rasanya kudobrak saja pintu kamar si Agus ini. Sudah begitu gilanya kah si Agus sampe ia langsung menggilir 4 cewe sekaligus ... dan kenapa harus Mona ikut serta.
Kuberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu, aku benar-benar tidak rela kalo Mona sampe digarapnya. Kuhajar dia karena mestinya dia tahu kalo aku menyukai Mona.
Tok ...tok ...tok ...
" Masuk Gus ...", terdengar sahutan suara cewek dari dalam kamar. Itu suara Yeni.
Kletek .... Daun pintu dibuka dan kulihat wajah menawan Mona telah berada di depan pintu. Aku terhenyak kaget begitu juga dia.
" Eh ... mas Ery ... si ..silahkan masuk Mas ...", katanya sambil hendak berlalu keluar.
" Lhoh ... kamu mau kemana Mona ...?", tanyaku heran setengah menyelidik melihatnya terlihat agak pucat. Jangan-jangan ia sudah digarap ....
" Nnngg ... kepala saya pusing mas ...", katanya lagi sambil berlari masuk kamar.
Setengah bingung kulongokkan wajahku kedalam kamar, kulihat si Agus tak berada disitu, pasti dia masih di kampus pikirku lega. Didalam hanya ada Farida, Nani dan Yeni yg kini terlihat sedikit kaget melihat kedatanganku.
" Eehh ...mas Ery .... Masuk mas ..", sahut mereka hampir berbarengan. Rada heran juga aku dengan keadaan pakaian mereka yg sedikit awut-awutan. Mereka semua mengenakan kaos longgar dengan celana pendek ketat sehingga terlihat jelas betapa mulus dan seksinya paha dan kaki  mereka.
Ya ... ampuun ...pantes pikirku setelah kutahu mereka semua ternyata sedang menonton film porno lewat laserdisc milik Agus. Gila ... karena sempat kulirik film yg mereka tonton sedang memperlihatkan seorang gadis bule muda belia  sedang digarap bergantian oleh empat orang pria. 2 orang bule dan 2 orang negro.
Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja aku sudah duduk bergabung bersama Farida, Nani dan Yeni.
Menurutku gadis di film itu masih sangat muda sekali, mungkin sekitar 14-17 tahun karena kulihat garis wajahnya yg masih imut-imut. Begitu pula dengan bentuk payudaranya yg masih kecil dan kencang dengan puting susunya yg berwarna kemerahan. Bodi tubuhnya pun masih terlihat mungil dengan bentuk pinggul dan kedua pahanya yg masih kecil. Kasihan juga gadis kecil itu yg menjadi bulan-bulanan keempat laki-laki kekar itu. Yang negro dengan alat vitalnya yang begitu besar dan panjang berwarna hitam legam tampak begitu buas dihunjamkan kedalam lubang vaginanya yg terlihat sempit sekali. Daging vaginanya sampai tertarik keluar saking besarnya alat vital pria negro itu. Gadis itu menjerit histeris namun sembari menggeram nikmat cowo negro itu menghentak-hentakkan pinggulnya maju mundur membenamkan alat vitalnya yg segede terong itu sampai kandas kedalam lubang kemaluannya. Sementara ketiga pria lainnya tampak antri menunggu giliran sambil mengurut alat vitalnya masing-masing yang rata-rata sangat panjang dan besar. Mungkin sekitar 18-19 centian.
Aku melirik kesamping kiriku dan kulihat Yeni sedang asyik mengusap-usap selangkangannya sampai celana pendek yg dikenakannya jadi semakin tertarik keatas. Duh .. putih mulus sekali kedua belah pahanya itu. Mau tak mau batang penisku jadi ikutan ngaceng. Aku jadi semakin blingsatan karena kulihat Farida dan Nani juga melakukan hal yg sama. Astaga ... mereka ini rupanya korban kebejatan si Agus. Mereka jadi maniak sex semua.
Kualihkan perhatianku kembali ke layar TV 21 inchi didepanku. Kini kulihat pria negro itu dengan cepat mencabut alat vitalnya yg sebesar terong dari dalam lubang kemaluan gadis kecil itu lalu sedetik kemudian terjadilah banjir lokal yg luar biasa banyaknya. Air mani pria negro itu disembur-semburkan dengan nikmat menyirami alat kelamin gadis itu .... Sampai meresap disela-sela bibir kemaluannya yg mungil. Belum tuntas pria negro itu enjakulasi kembali dibenamkannya lagi alat vitalnya yg masih memuntahkan air mani itu ke dalam liang vaginanya lagi. Tampaknya ia ingin memuntahkan air mani kentalnya itu kedalam kemaluan gadis kecil itu. Gila ... gadis kecil itu menjerit dan merintih kesakitan, sampai akhirnya kulihat negro itu tampak puas sekali. Begitu kontol raksasanya dicabut dari jepitan liang vaginanya, ketiga temannya yg sudah antri dibelakang langsung berebutan ingin ganti menyetubuhi gadis kecil itu ....
Aku tak tahan lagi, segera kuberdiri hendak keluar dari kamar bejat itu. Namun sebuah jemari halus menarik lenganku.
" Mau kemana mas Ery ... ?"
Aku menoleh, ternyata Yeni yg menarikku tadi.
" Kepalaku pusing Yen ... aku menunggu diluar saja .."
" Disini saja mas ... Yeni ada obatnya kok ...", katanya dengan pandangan sedikit aneh.
" O..obat apaa ..?", tanyaku semula tak curiga.
Yeni menarikku ke dalam kembali lalu langsung menutup pintu. Aku mulai curiga melihat sikapnya.
Benar saja begitu kulihat ia menutup pintu, tanpa ragu-ragu dan tanpa kuduga sama sekali. Yeni langsung menarik kaos ketatnya keatas sampai lepas sehingga kedua buah dadanya yang sama sekali tak mengenakan BH langsung mencuat keluar dengan indahnya. Woow ...aku mendesah pelan terpesona dengan keindahan tubuh Yeni yg setengah telanjang.  Kedua buah dadanya yang montok tidak terlalu besar dan terlihat kencang. Puting-puting nya berwarna coklat kemerahan. Wajah Yeni yang cantik membuat hatiku berdebar tak karuan. Lututku seakan goyah ketika dengan perlahan Yeni mulai menurunkan celana pendeknya dan aaahhh .... Tanpa dapat kucegah lagi alat vitalku mulai menegang didalam celanaku. Masih dengan hanya mengenakan celana dalamnya yg berwarna merah muda, Yeni berjalan menghampiriku sambil tersenyum sedikit malu. Aku pikir dia pasti nekat berbuat seperti itu dihadapanku.
" M ... mas ...", ujarnya pelan sedikit ragu melihatku masih bersikap pasif.
" Kau cantik sekali Yeni ..."
Ia tersenyum manis dan menunduk malu. Aku tak mampu menahan diri lebih lama lagi, kurengkuh tubuhnya dalam dekapanku dan seakan pasrah Yeni membiarkanku mulai menciumi dan mencumbu bibirnya yg basah. Kuremas gemas dua bulatan bokongnya yg padat dan mekal lalu kuplorotkan celana dalam yg dikenakannya sampai ke lutut. Aku seakan melupakan kehadiran Farida dan Nani yg masih berada disitu.
Yeni menjerit kecil ketika celana dalamnya kubetot kebawah dengan kasar selanjutnya ia hanya merintih pelan ketika bokongnya yang telanjang kuremas dan kupuntir gemas.
Cuupp ...cuppp ...aaahh.....
" Aahh ..massss .....", erang Yeni lirih begitu pagutan mulutku pada bibirnya terlepas.
Dengan cepat aku segera membuka seluruh pakaianku sampai telanjang bulat hanya dalam tempo 10 detik.
" Aaaaahhhh ..."
Mereka bertiga menjerit kecil bersamaan ketika celana dalamku kuplorotkan kebawah sampai lepas, sehingga batang penisku yg telah ngaceng langsung meloncat keluar sambil manggut-manggut naik turun. Begitu ngacengnya sampai urat-urat disekujur batang penisku bertonjolan keluar mirip saluran pipa air. Kepala kontolku yg besar bak sawo manis tampak memerah dan keras sekali.
Farida dan Nani yg semenjak tadi juga ikut menonton kami berdua sampai melongo  menyaksikan alat kejantananku yg sangat ngaceng dan berjembut lebat. Bahkan Farida langsung muntah-muntah saking  kagetnya melihat batang penisku yg tampak sangar.
Hueeekk ....hueeekkkk ...ia langsung lari keluar dan muntah di halaman. Mungkin ia mules menyaksikan rerimbunan bulu jembutku yg  mulai tumbuh subur dan awut-awutan karena sudah lama belum kucukur.
Aku menghampiri Nani yg masih duduk kebengongan diatas karpet. Wajahnya yg manis sedikit takut-takut melihatku. Dengan gemas aku segera menariknya berdiri lalu belum sempat ia berkata apa-apa dengan cepat kuplorotkan celana pendek yg dikenakannya sekalian celana dalamnya sekalian.
Sreeennggg ... bau khas alat kemaluannya langsung menyengat hidungku.
Mmmmm .... Baunya enak juga ... Nani pintar sekali memelihara kebersihan alat kemaluannya. Kulihat alat kelaminnya itu seperti baru saja dicukur sehingga terlihat jelas bukit kemaluannya itu sampai nonong kedepan saking besarnya. Belahan bibir labia mayoranya yg tebal dan putih merangsang masih menutup rapat menyembunyikan celah liang vaginanya.
" M..mas .. E..ery .. jangan mas .....", ujarnya ketakutan.
" Kenapa Nani ... bukankah ini yg kau inginkan ....", sahutku gemas sambil berusaha mencopot kaos ketat yg masih dikenakannya.
" Ja...jangan mas ... ", katanya ketakutan dan mulai memberontak.
" Dia masih perawan mas Ery ....", tiba-tiba Yeni menyahuti dari sebelahku. Kini ia telah telanjang bulat sama sekali. Celana dalamnya telah dilepas sehingga aku dapat melihat rerimbunan rambut kemaluannya yg ternyata sangat lebat menutupi alat kemaluannya.
Ck ...ck ..ck ....gilaa ... merangsang sekali.
" Be ..benarkah...?",tanyaku setengah kaget. Tapi kata Agus ..??? pikirku rada bingung ....
" Benar mas ... biarkan saja dia mas ...", sahut Yeni kemudian. Jemari tangannya menggamit lenganku diajak naik keatas ranjang.
Setengah terisak Nani mulai memasangkan kembali celana dalamnya, aku jadi tak tega melihatnya.
Seakan kerbau yg dicocok hidungnya, manut saja aku ketika Yeni yang sudah polos telanjang bulat itu mengajakku beradu keatas ranjang. Dihempaskannya tubuhnya yang montok putih mulus diatas kasur, kedua buah dadanya bulat mekal dengan kedua puting-puting susunya yg kemerahan bergoyang lembut.
Tetapi seolah tersadar ... tiba-tiba saja aku teringat akan Silvi, mbak Marisa ataupun Sherly, aku jadi bingung dan risih apa mesti harus kutambah lagi perbuatan gilaku. Apalagi apa nanti kata Agus kalo sampai ia tahu Yeni tidur bersamaku.
" Se ...sebaiknya jangan Yen ...", bisikku padanya.
Ia menatapku heran.
" Kenapa mass ...?.."
" Tidak ... tidak apa-apa Yen ...", bisikku sambil menahan nafsu. Ingin rasanya diriku menyentuh tubuhnya lagi yg kini masih terlentang pasrah dan bugil.
Mas Er kenapa ...?.... tanyanya mengejar.
" Aaaaahhh ....". Melihat kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuh mulusnya aku jadi tak tahan. Bagaimana mungkin aku bisa menolak hasrat keinginan Yeni kalo aku sendiri juga sangat mengingininya. Kubuang jauh-jauh bayangan Silvi dan mbak Marisa, toh ini hanya sekedar permainan sex suka sama suka bukan cinta.
5 detik kemudian Yeni telah berada dalam tindihan dan dekapanku.
Uuuhhh ... lututku seakan gemetar menikmati kemolekan, kemulusan dan kehangatan tubuh Yeni. Alat vitalku yg ngaceng menekan nikmat bukit kemaluannya yg berjembut lebat. Empuk.
" M ...mmass .... Kita lakukan cepat saja ... ntar mas Agus keburu datang ....", bisik Yeni sedikit malu karena kejadian yg tak dinyana ini.
Aku tersenyum penuh nafsu. Mmmm ... tanpa pemanasan dan langsung bersetubuh. Uhuuiii ....
" Masss Ery ... pake ini yaa mass ....", bisik Yeni kemudian sambil menyerahkan sebungkus kondom sutra.
Entah kenapa aku jadi semakin tegang karena birahi mendengar permintaannya itu. Rupanya Yeni takut juga kalo sampai hamil.
" Nggak usahlah Yen ... nanti dikeluarkan diluar saja ...", balasku bernafsu.
Yeni tak menjawab dan hanya mengangguk pelan. Kuangkat pinggulku keatas mulai mengambil posisi. Seolah mengerti kurasakan sebuah jemari halus menggenggam batang penisku yg ngaceng lalu diarahkannya moncong kepala penisku ke rerimbunan kemaluannya sebelah bawah. Aku merasa bibir labia mayoranya telah menjepit ujung kepala penisku.
Yeni memandangku sambil mengedipkan mata pertanda aku sudah boleh menekan.
Srrrtt ..... kutekan pinggulku kebawah ... dan perlahan aku merasa sebuah daging hangat dan sempit mulai mencengkeram kepala penisku ketat sekali.
" Aaawwww ... mass .....", rintih Yeni seketika.
" Uhhhhh sakit Yen ....?", tanyaku kuwatir. Sejenak ia menggigit kedua bibirnya lalu sambil tersenyum manis ia berujar.
" ehhhh ... nggak papa mas .... Jangan kuatir Yeni sudah nggak perawan lagi kok .... Teruskan saja ..nanti juga terbiasa ....", bisiknya setengah terbata-bata.
Aku semakin terangsang dan kembali menekan kebawah perlahan-lahan. Mili demi mili kurasakan batang penisku mulai memasuki liang vaginanya yg hangat. Rasa nikmatnya terasa sampai ke tulang sumsum. Kupikir liang vagina milik Yeni ini jauh lebih rapat dibanding milik mbak Marisa, mungkin karena usia Yeni yg masih muda sekitar 25 tahun.
" Ooouuhh ...Yeniii .... Sempit sekali sih .....", pekikku keenakan menikmati jepitan ketat liang vaginanya yg mulai terbuka menyambut kedatangan tamu istimewa.
" Nngghkkkkk ......nggghhhhh ........", rintih Yeni lirih antara rasa sakit dan nikmat ketika sudah hampir seluruh batang alat vitalku telah memasuki dan mengoyak liang vaginanya.
Aku merasa begitu seretnya liang kemaluan milik Yeni ini. Rasa Hangat, empuk, kenyal, dan basah seolah menjadi satu.
" Mass Er .... Aahhhhh ....nggghkkk ......", pekiknya lirih ketika alat vitalku menembus semakin dalam ke liang kemaluannya yg sempit.
Ooouuuh..... begitu terasa nikmatnya cengkeraman ketat liang kewanitaannya sampai lututku seolah gemetar ikut merasakan kenikmatan.
" Yenii ... aahhh .... Aku tekan lagi yaaa ....", erangku nikmat sambil kuhentakkan pinggulku kebawah .... Srrrtttt ... slllepppssss .... Akhirnya kurasakan ujung penisku mentok sampai menyentuh dan menekan liang peranakannya. Nikmatnya sukar dilukiskan dengan kata-kata. Seluruh batang penisku seakan diremas lembut, dikenyot-kenyot dan diurut-urut oleh daging hangatnya.
" Aaawwww ... masssssss.......", pekik Yeni lirih. Kedua matanya dipejamkan dan bibirnya yg merah terkatup rapat seakan menahan perih, lalu sejenak kemudian matanya perlahan terbuka. Ia memandangku mesra. Bibirnya malah tersenyum manis padaku.
" Yen.... Enak sekali yaaa ....", bisikku nakal. Ia hanya mencubitku gemas. Kedua tangannya memelukku mesra dan hangat. Kedua pahanya yg mulus sekarang ditekuk keatas dan diapitkan ke pinggangku kuat-kuat.
" Mas Er ... Yeni nggak akan melepaskan mas Er ... sebelum mas Er puas ....", bisiknya manja.
" Oouuuhhh ...Yenii .. kau cantik sekali sih ...", bisikku gemas.
Ia tersenyum senang lalu bibir merahnya yg hangat dan lembut mulai mengecupku dan mengajak bercumbu. Aku membalasnya dengan tak kalah bernafsu. Sejenak kubiarkan alat vitalku yg sudah seluruhnya terbenam didalam liang vaginanya itu tak bergerak sedikitpun, memberi kesempatan agar liang vaginanya itu terbiasa dengan kebesaran alat vitalku.
Cukup lama juga kami bercumbu sampai akhirnya dengan bisikan nafsunya Yeni berbisik....
" Maasss ..... mulai dong ...", katanya manja. Aku benar-benar terangsang mendengar permintaan nakalnya itu.
" Ooouhhh ..Yen ...kuhamili kau sayang ...", bisikku gemas sambil kumulai mengayuh pinggulku turun naik mengeluar masukkan alat vitalku  dari liang vaginanya.
" Iiiihhhh ..... aaawww ... mass ....nngghhh...", pekik Yeni keenakan merasakan gesekan batang penisku yang mulai menghunjam keluar masuk liang kemaluannya.
" kuhamili kau Yen ....aaahhhh ....kuhamili kau Yen .....aaahhhhh .....ngghhha aaaghhhh .... Kuhamili kau Yen .....", erangku nikmat berulang-ulang.
" mmm ...mass ...ngggghhhh ...nnggghh ....."
Sempat kudengar pintu kamar ditutup ... aku melirik sekilas kesamping kiri .... Kulihat Nani sudah tak berada lagi disitu, mungkin ia risih melihat kami berdua berhubungan intim didepan matanya. Aku tak peduli dan kembali mencumbu bibir Yeni dengan mesra sambil terus kukayuh biduk kenikmatanku berulang-ulang.
Turun ..naik..turun ...naik .... Makin lama makin cepat membuat rasa nikmat senggama itu semakin terasa dan memuncak. Begitu hebatnya liang vagina Yeni yg rapat dan hangat itu mengenyot, menyedot dan mengurut-urut batang alat vitalku membuat jiwaku seakan melayang-layang ke pusaran kenikmatan sorga dunia.
Pinggulku yg tadi mengayuh lembut turun naik kini menghentak-hentak kuat sampai setiap kali aku menghentak kebawah membenamkan alat vitalku kedalam liang vaginanya, buah zakarku yg menghantam pantatnya sampai menimbulkan bunyi keras ..plekk ...plekkk ...plekk ..
Tak kupedulikan lagi rintihan dan erangan Yeni, entah kesakitan atau keenakan ... yg jelas aku sendiri merasakan kenikmatan yg sangat luar biasa. Dan tak lama lagi pasti cairan kenikmatan itu akan kutumpahkan keluar.
" Mmm ...cup ..cup ...ahhh ...Yen ..ngghhh ... enak sekali sayanggghhhh ...oouhhh ....", erangku keenakan.
" M..mas ....awwaaww ....ngghhhhh ..... aauuuuuuwwwwwgghghghhhghghh ......"
Tiba-tiba ia mengerang keras ...keras sekali sambil kurasakan pelukan kedua tangannya makin kuat.... Kedua pahanya pun menjepit makin kuat ....pinggulnya bergoyang-goyang lembut dan gemetaran. Kuku kedua jemari tangannya seakan menembus kulit punggungku dan terakhir kurasakan vaginanya merapat dan menjepit alat vitalku kuat-kuat. Aku serasa dipilin-pilin.
" Nnnggghhhh ...Yennn .......aahhhh ...enaaakk .. Yennnnnnngghhhhhhhh......"
Sejenak kemudian aku merasa cairan hangat melumuri alat vitalku yg sedang berada didalam kemaluannya.
" Maaaaaaasssssssssssss .................aagghhhghnnngggghnnnngnggg ......", Yeni merintih keras. Tubuhnya mengejan beberapa saat sebelum akhirnya lemas kembali. Kedua pahanya yg tadi mengapit pinggangku kini malah terkulai lemas.
" Yenniii ...kau orgasme sayang ....", bisikku senang.
Aku jadi geram sendiri dan gemas melihatnya. Kuselipkan kedua telapak tanganku kebalik bokongnya yg bulat dan kenyal. Lalu kuhunjamkan turun naik pinggulku beberapa kali sebelum akhirnya kuhentakkan sekuatnya pinggulku kebawah sampai seluruh alat vitalku benar-benar tenggelam semuanya kedalam liang kemaluan Yeni. Aku merasa mentok lalu sambil kugoyang-goyangkan pinggulku memutar menikmati jepitan dan urutan liang vaginanya, 5 detik kemudian mulai kusemburkan air maniku yg kental didalam situ.
Crreeet .........ccreeeetttttt ...........crraaaaatttttttttttt .....
Wuuuiiihhhhh .... Rasanya nikmat luar biasa. Aku mengerang-ngerang nikmat melepas enjakulasi. Ruhku seakan terbang keatas sorga. Kuresapi setiap mili jepitan daging liang kemaluan Yeni sambil kusemburkan nikmat air maniku didalam situ.
" Oouuuhh .... Mass ...kok didalem mass ....", rintih Yeni masih lemas.
" Ennghhhhggkkkkk ...y..y..ya ..sa.yang .... biar ka..kamu hamil ...", erangku gemas diantara rasa nikmat enjakulasiku.
Aku merasa ia sama sekali tidak protes atas tindakanku, mungkin ia senang melihatku bisa menikmati tubuhnya seutuhnya. Jemari kedua tangannya yg halus memijit dan mengusap-usap mesra pantatku yg sedang gemetar melepas kenikmatan sex.
Crreeeett........ crrattttt ......... crrreeettttttttt .................
" Oouuhh Yen .... enaaaknya sayaaaang ........nnggghhghghkkkkkk.....", erangku masih keenakan. Sebelum akhirnya kurasakan air maniku semakin habis dan terkuras keluar seluruhnya kedalam liang vaginanya.
" Oouuuhhhh .... Masssss .......", rintih Yeni senang melihatku sangat terpuaskan.
Aku terkulai lemas diatas tubuh bugilnya yg berkeringat. Begitu nikmat terhempas diantara keempukan payudaranya yg kenyal. Puting-puting susunya yg terasa keras menusuk tajam dadaku. Kubiarkan alat vitalku yang baru saja menikmati enjakulasi itu tetap berada didalam liang vaginanya. Meresapi kehangatan dan kelembutannya serta sisa-sisa kenikmatan sex.
" Yen. ...aaahhhhhhh .... Aku puas sekali sayangghhhh ...", bisikku lemas.
" Ya ...masss ... Yeni juga ....cup ....cup....", ujarnya lirih sambil mengecup dahiku mesra.
10 menit kemudian kami lalu berbenah dan merapikan kamar Agus sebelum akhirnya aku juga pamit padanya untuk pulang. Kami berdua bahkan berjanji untuk melakukan perbuatan itu lagi setiap saat. Sampai sekarang walaupun aku dan Yeni sudah berulang kali berhubungan badan rahasia ini tetap terjaga tanpa sepengetahuan Agus. Karena biasanya hubungan sex itu lebih sering terjadi ditempat kostku atau kalo tidak kami terpaksa mencari tampat2 sepi dialam terbuka seperti di Coban Rondo atau Lembah Dieng untuk sekedar dapat menikmati sorga dunia sesaat. Untuk mencegah kehamilan aku selalu membawa tissue anti hamil (Female contraceptive film)untuk kuberikan pada Yeni sebelum kami melakukan senggama. Dengan Yeni aku mendapatkan segala keinginanku akan fantasi sex yg selama aku bersama mbak Marisa tak pernah kudapatkan. Bersama Yeni aku mendapatkan pengalaman pertama bersenggama lewat anus (sodomi).
Aku masih ingat saat itu hari Sabtu atau malam minggu, kebetulan Silvi sedang ada acara bersama keluarga ke Singosari, jadi hari itu aku cuti kencan.
Sebelumnya aku sudah mengontak Yeni untuk acara sambung raga. Sore hari kami berdua berangkat ke kota Batu dan menyewa sebuah Villa kecil untuk menginap. Sepanjang perjalanan kami berdua ngomong ngelantur karena membayangkan segala kenikmatan-kenikmatan sex yg akan kami lakukan nanti.
" Pasti enak ya mas ... kita bersenggama di udara dingin ...", katanya padaku dengan tatapan penuh birahi.
Sampai di Villa yg kusewa, kami berdua langsung saling membuka pakaian sampai bugil. Yeni dengan gayanya yg aduhai dan merangsang berjalan melenggang dan langsung tidur tengkurap diatas sofa. Bokongnya yang bulat mekal dan putih begitu mulus mempesona. Belahan putih vertikal bibir kemaluannya yg tebal terlihat saling mengatup rapat dari belakang menyembunyikan liang vagina merahnya. Yeni memang tahu kegemaranku menyetubuhinya dari sebelah belakang, karena ia tahu aku sangat terangsang sekali dengan bagian tubuh belakangnya yang seksi terutama pinggul dan bokongnya yang bulat mekal. Dan biasanya memang alat vitalku dalam posisi seperti itu tak sanggup dijepit terlalu lama dalam liang vaginanya karena Yeni selalu mengapitkan kedua belah pahanya rapat-rapat sehingga jepitan liang vaginanya sangat ketat sekali. Paling lama cuman 15 menit air maniku sudah tumpah keluar, itu juga kalo Yeni sambil mengajakku mengobrol. Memang setiap kali kami berdua berhubungan badan kami selalu menyelingi dengan obrolan-obrolan kecil dan lucu agar kenikmatan bersenggama itu dapat berlangsung lebih lama.

{ Oh yaa ... semenjak setelah intercourse pertama, Yeni telah mencukur rambut alat vitalku dengan shavernya sampai gundul dan licin, begitu pula dengan rambut kemaluannya sendiri, katanya ia risih kalo harus bersenggama dengan rambut2 yang mengganggu kenikmatannya.
Mbak Marisa sendiri juga lebih bergairah dengan keadaanku sekarang, birahinya langsung naik dan menggebu bila melihat alat vitalku yang tampak bersih dan licin}

Melihat Yeni sudah mengambil posisi siap untuk kusetubuhi, tanpa dikomando alat vitalku langsung tegang dan ngaceng keras sekali. Dengan gemas aku menyusulnya dan menindih tubuh mulusnya yg tengkurap dan dengan cepat kuselipkan penisku yg ngaceng diantara kedua belah pahanya sebelah atas persis sekitar 2 centi dibawah lubang anus dan kutekan perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku memasuki liang vaginanya yg rapat. Aku mulai menaik turunkan pinggulku menggesekkan alat vitalku dengan liang vaginanya. Kami berdua mengerang-erang nikmat berulangkali sampai sekitar 10 menitan aku merasa tak mampu lagi menahan rasa nikmat jepitan liang vaginanya lalu kusemburkan air maniku dengan sejuta rasa nikmat yg tiada tara kedalam rahimnya. Waktu itu Yeni sempat lupa memasukkan tissue anti hamilnya kedalam liang kemaluannya. Sewaktu aku selesai enjakulasi ia terpekik kaget dan mendorong tubuhku kesamping, alat vitalku yg sudah loyo tercabut dari dalam kemaluannya. Ia ngibrit ke kamar mandi katanya mau kencing dulu sekalian ngeluarin spermaku yg sudah terlanjur bersemayam dalam kemaluannya. Aku hanya terkekeh geli melihat tingkahnya. Gimana caranya ia bisa memuntahkan seluruh spermaku yg sangat banyak dan kental itu.
2 jam kemudian sewaktu kami berada didalam kamar tidur sambil menonton TV, aku nekat mengajak Yeni untuk mencoba berhubungan badan lewat lubang anusnya. Semula ia kaget karena tak terpikir sama sekali baginya untuk mencoba melakukan anal sex seperti itu. Namun karena melihatku begitu kepingin sekali, Yeni akhirnya tersenyum dan mengiyakan permintaanku. Waahh ... senengnya hatiku. Alat vitalku langsung ereksi membayangkan nikmatnya memasuki dan menggesek lubang anusnya. Aku langsung mengambil minyak 'baby oil' yg sudah kupersiapkan sejak dari rumah.
" Iiiihh ..mas Ery ...mmm ... rupanya udah siap-siap yaa ...", katanya terheran-heran.
Aku hanya tersenyum-senyum sendiri menahan nafsu birahi. Kulumuri batang penisku yg ngaceng dengan baby oil itu sampai rata dan terasa licin. Kulihat Yeni sempat bergidik juga membayangkan alat vitalku yg besar dan panjang itu bakal memasuki lubang duburnya.
" M ...m..mass Er ... ka..kalo Yeni terasa sa..sakit ...jangan dipaksa yaa ..?", katanya sedikit gugup.
Aku tersenyum senang melihat ketakutannya, entah kenapa sikapnya itu membuat birahiku semakin bergelora. Kuraih tubuh bugilnya yg bahenol itu kedalam pelukanku, kucumbu nikmat bibir merahnya yg basah merekah sambil kuremas-remas gemas kedua buah dadanya yg kenyal secara bergantian beberapa saat.
" Mmmm ...cup... jangan kuatir sayang ...aku tak akan sekasar itu ..."
Yeni tersenyum manis sambil membalas kulumanku.
" Mass ... nanti kalo spermanya mau keluar ...nggg ...itunya dicabut yaa ..", ujarnya genit.
" Ouuh ...Yen ..ngg ....kau cantik sekali ...", bisikku penuh nafsu.
Aku menyuruhnya untuk menelungkup diatas kasur dan dibawah perutnya kuselipkan sebuah bantal sehingga pantatnya yg bulat mekal dan seksi itu agak terangkat keatas. Kedua pahanya sedikit agak kurenggangkan agar posisiku lebih mudah saat menyodominya.
Yeni kelihatan sangat pasrah sekali dengan apa yg akan aku lakukan, meski ini adalah pengalaman pertama anal sexnya. Setengah berdiri aku mengangkang diatas kedua paha mulusnya lalu kuturunkan pinggulku kebawah. Kulihat belahan vertikal bibir kemaluannya yg menutup rapat sangat merangsang sekali menyembunyikan liang vagina merahnya yg basah. Mau tak mau aku jadi terangsang juga kepingin menjepitkan alat vitalku kedalam liang vaginanya. Dan memang kulakukan, dengan gemas kuselipkan kepala penisku diantara belahan bibir kemaluannya dan kutekan alat vitalku perlahan-lahan sampai seluruhnya masuk kedalam liang vagina.
Uuuuhhhh ....nikmat sekali merasakan jepitan hangat dan basah kemaluannya itu. Yeni tertawa kecil melihat ulahku. Mukanya yg tadi disembunyikan diatas sprei setengah menoleh kearahku sambil tersenyum geli.
" Aduuuhh ....nggak tahan ya masss .... Kok dimasukin kesitu lagi ...hi..hi.."
" Eehhhh ... habis itumu merangsang sekali sih Yen .... Aku khan jadi kepingin ngerasain jepitannya lagi ..."
Ia tertawa makin nyaring, namun sejenak kemudian ia memekik kecil saat jemari kedua tanganku menyibakkan belahan pantatnya sehingga aku dapat melihat lubang duburnya yg berkerut dan berwarna coklat susu itu. Wooww .... Benar-benar sangat menggemaskani. Kelihatan begitu mungil dan rapat sekali, seolah-olah ujung jaripun nggak bakalan bisa masuk. Aku jadi penasaran. Dengan telunjuk jemari kananku kucoba kuselipkan kedalam lubang anusnya ....rasanya rapat sekali namun empuk dan kenyal .... Perlahan-lahan jari telunjukku mulai terbenam kedalam lubang duburnya sampai ke pangkal .... Waahh ..rasanya sangat hangat dan lembek didalam situ.
" Aaaahh ...mm..mas Er ...geliii ...ahhh .....nggghhh...", rintih Yeni pelan. Wajahnya kembali disembunyikan diatas sprei.
Kuputar-putar jari telunjukku didalam situ secara perlahan-lahan. Yeni semakin kegelian. Sambil kuputar telunjukku kutarik keluar masuk seperti sedang senggama. Waahh ... ternyata tidak terlalu susah juga meski terasa sangat sempit karena ternyata lubang duburnya bisa sedikit melar dan elastis. Sampai disitu aku baru mengerti kenapa di film-film porno begitu enaknya bintang pria menyodomi yg cewe karena memang sangat elastis.
Kucabut jari telunjukku dari lubang duburnya dengan perlahan dan kulihat ternyata liang duburnya yg ternyata juga berwarna sangat merah itu tidak langsung mengatup rapat namun menutup dengan perlahan-lahan pula. Yeni merintih kecil kegelian.
Kugoyangkan pinggulku maju mundur. Beberapa saat kunikmati jepitan dan gesekan lembut liang vagina Yeni yang hangat dan basah.
" Oouuuuh...mass ..Er....nggghhh ....nnnnggghhh .....", rintih Yeni keenakan.
2 menit kemudian kucabut alat vitalku dari dalam lubang kemaluannya lalu ganti kuarahkan ujung kepala penisku kesebelah atas persis dimulut lubang anusnya. Sambil kusibakkan belahan pantatnya dengan tangan kiri aku mulai menekankan ujung kepala penisku yg besar ke mulut lubang duburnya. Uugghh ... semula aku merasa seperti memasuki jalan buntu, namun 5 detik kemudian setelah berulangkali kutekan akhirnya secara perlahan-lahan lubang anusnya itu mulai melar sehingga kepala penisku dengan cepat masuk kedalam.
" Aaawww ......", Yeni memekik kecil.
Sebaliknya aku malah meram melek merasakan jepitan lubang duburnya pada kepala penisku yg besar.
" Aaahhhnngghhh ... sakit Yen ..?", bisikku keenakan. Kepala penisku telah tenggelam kedalam lubang duburnya, rasanya sedikit kesat dan ketat luarbiasa.
" Oooohhhh .... It's so tight baby ....eehhhhh .....", bisikku nikmat.
Aku menekan terus perlahan-lahan alat vitalku menembus ke dalam liang duburnya ... mili demi mili ... sampai akhirnya separuh dari batang penisku berhasil masuk. Wuuuiiihh .. ketatnya luarbiasa sekali. Lubang duburnya terasa berdenyut-denyut keras seakan meremas-remas batang penisku yg besar.... Terasa sangat hangat dan lembek didalam situ.
Kulihat tubuh Yeni bergetar pelan seolah menahan sakit.
" Aaahhh ...Yen ...sakitkah sayang ..?", tanyaku cemas.
" Mmm ...ngggghhhh ...ssedikit mass ...teruskan saja mass ...", rintihnya lirih menambah gairahku.
Hheeekkkgghh .... Aku menekan batang penisku kembali kedalam lubang duburnya ..dan srrtt ... perlahan-lahan alat vitalku terus menelusup kedalam ...kedalam ...kedalam dan aahhhhgghhhh ....aku merasa ternyata semakin kedalam semakin rapat dan lembek. Kepala penisku seakan diremat-remat hebat didalam anusnya.
" Aaagghhh ..Yen ...nngghhhh ....", erangku keenakan.
" Auuwwww ...mass ...udah mass ...jangan terlalu dalam .... Ngganjel nih ...auuww ... ", pekik Yeni pelan.
" Nnngghhhh ...tinggal sedikit lagi Yen ....aaahhhgghh ...", erangku nikmat melihat batang penisku hanya tinggal sekitar 4 centi saja yg masih berada diluar. Aku berusaha menekan lagi namun kulihat tiba-tiba tubuh Yeni meregang kecil seolah kesakitan.
" Sakit sayang ...?",bisikku setengah kaget.
Yeni tak menjawab namun kudengar mulutnya merintih-rintih pelan. Kasihan juga aku melihatnya. Tak kupaksakan untuk menekan lebih jauh lagi, karena dengan jepitan lubang anusnya yg sedalam ini saja sudah membuat batang penisku seperti diremat kuat sekali ... apalagi aku merasakan liang anusnya itu juga berdenyut-denyut seperti mengurut-urut memberiku kenikmatan luar biasa pada alat vitalku. Tak pernah kusangka sama sekali begitu nikmatnya bersenggama lewat jalan belakang.
" M..mmassss ...... ", rintih Yeni tanpa arti ... entah kesakitan atau mungkin dia juga merasakan nikmat tersendiri.
" Sakitkah sayang ...?", tanyaku sekali lagi sambil menahan rasa nikmat.
" Nnnnggghhhh .... Ng...nggak juga mass ...... hanya sedikit ngganjel ...", ujarnya pelan.
Aku tersenyum lega. Kutarik perlahan batang penisku dari dalam lubang anusnya ...uuughghhh aku merasa seret dan kesat meski baby oil yg kulumurkan sudah cukup banyak. Lubang anusnya itu seakan mencengkeram dan membetot seolah menahan laju gesekan keluar alat vitalku. Aku mengerang nikmat, kulihat batang penisku yg tertarik keluar seolah tergencet sampai mengecil saking kuatnya rematan liang duburnya.
" Nnnnnngggghh ............" . Ketika sudah sampai leher (aku memang sengaja masih menjepitkan kepala penisku agar tetap berada didalam liang duburnya) segera kutekan lagi secara perlahan batang alat vitalku kedalam lubang anusnya sampai kurasakan pinggul Yeni bergetar lagi pertanda agar aku menyetop sodokanku. Mmmmm ... nikmatnya tak terbayang.
Akhirnya aku mengambil posisi setengah menindih tubuh bugil Yeni yg menelungkup karena aku tak mungkin merapatkan tubuhku kepadanya, karena bila itu kulakukan berarti aku harus menekan sampai mentok seluruh batang penisku kedalam lubang duburnya. Itu berarti menyakiti Yeni ... aku nggak bakalan tega melakukannya.
Setengah memeluknya kuciumi kulit punggungnya yg halus dengan lembut sementara pinggulku kugerakkan turun naik dengan sangat perlahan sekali .... Naik turun..naik turun ..mengeluar masukkan batang alat vitalku kedalam anusnya. Kuresapi setiap gesekan dan rematan daging tubuhnya yg hangat dan lembek itu. Denyutannya yg lembut memberikanku rasa nikmat tak terkira.
" Mm ...mass ....ngggghhhh ...aawww ....nngghhhh .......", rintih Yeni perlahan. Kuremasi kedua buah payudaranya yg kenyal secara perlahan dengan gerakan memutar  menambah rintihannya semakin menggila.
" Yeniii ....ooohhh ....yeniii .....", erangku keenakan.
Brrruttt ..... bbrrruuttttt ..................................bbrrrruuuurtttt .......
Beberapa kali terdengar bunyi yg cukup keras dari pantat Yeni, setiap kali batang alat vitalku yang ngaceng keras dan berlendir itu kubenamkan kedalam lubang duburnya. Persis seperti suara kentut. Aku mengira mungkin karena udara didalam lubang duburnya yg tertekan saat penisku masuk itu terdorong keluar. Wuuiiihhhh ..... suaranya membuatku jadi makin terangsang dan bergairah.
Saat itu aku merasa begitu perkasa, meski rasa nikmat pada alat vitalku sangat berlebihan namun aku mampu melakukan persetubuhan dengan timing yg cukup lama ...mungkin sekitar setengah jam-an bahkan lebih. Ini adalah pengalaman pertama anal kami dan tak kan pernah terlupakan.
Ketika sampai akhirnya kenikmatan itu hampir mencapai puncaknya, dan sengaja aku tak memberitahukannya kepada Yeni .. setelah kutimbang dan kupikirkan sekilas dan berharap tak berakibat efek apapun ... kuputuskan untuk menumpahkan saja sekalian air maniku didalam lubang duburnya. Kutekan sedalamnya batang alat vitalku didalam situ lalu sambil pinggulku kuputar perlahan air maniku menyembur keluar dengan diiringi sejuta kenikmatan yg tak terkira. Tubuhku menggeletar dan meregang mencapai puncak enjakuasi.
Crrreetttt ..........ccreeettttttt ......crreeetttttt ...........crrrrrrrreeeeeeettttt. ...........
Semburan demi semburan kutumpahkan dengan nikmat didalam lubang duburnya.
Yeni memekik kaget dan merintih pelan. Tubuhnya tetap diam tak bergerak hanya sekali-kali bergetar pelan. Ia seolah benar2 pasrah dan mengijinkanku melakukan semua itu. Lengkap sudah kenikmatan itu. Anganku seakan melayang tinggi terhempas dalam pusaran kenikmatan.
Air maniku masih mengalir sebanyak kurang lebih 4 semburan lagi sampai akhirnya kurasakan puncak kenikmatan yg sempurna itu berakhir. Selama beberapa menit masih kubiarkan alat vitalku terbenam didalam lubang dubur Yeni menikmati sensasi terakhir jepitan rapat dan hangat miliknya. Aku merasa sperma yg kukeluarkan saat itu lumayan banyak karena kenikmatan yg kualami sangat luarbiasa. Tak bisa kubayangkan didalam saluran anusnya itu tergenang cairan mani. Wuuuiiihh ....
5 menit kemudian aku menggeletak lemas disamping kiri Yeni. Meski dengan ekspresi letih sedikit pucat ia mencumbu bibirku dengan sangat mesra sekali seolah ia ikut merasakan kenikmatan yg sedang kualami. Aku tahu ia belum orgasme sampai saat itu, sedangkan alat vitalku rasanya belum mampu untuk berdiri lagi.
Malam itu kupuaskan dirinya dengan sapuan kenikmatan bibir dan mulutku pada alat kemaluannya. Selama kurang lebih tiga perempat jam aku melakukan cumbuan pada belahan bibir kewanitaannya .... Kucium ....kuhisap ...kujilat ...sampai akhirnya clitorisnya yg sensitif itu ganti kuremat dan kukenyot-kenyot tanpa pernah kulepaskan barang sedetikpun ... akibatnya sampai Yeni orgasme berulang-ulang kali. Mulutku sampai terasa licin dan berlendir kecipratan cairan orgasmenya yg keruh kekuningan itu. Setelah ia benar-benar sangat puas dan letih baru kuhentikan cumbuanku pada alat kemaluannya dan kami berdua tertidur nyenyak kelelahan sampai pagi.
Pagi harinya ketika aku bangun mendahuluinya iseng sengaja kulihat bagian belakang tubuhnya yg tadi malam kusetubuhi. Kulihat lubang duburnya yg berwarna coklat susu itu menutup rapat sekali namun dari sela-selanya terlihat keluar leleran lendir berwarna putih kental banyak sekali  sampai mengalir keatas pantatnya dan jatuh kebawah membasahi kain sprei tempat tidur. Agak sedikit mengering. Rupanya tanpa Yeni sadari air maniku yg kutumpahkan didalam lubang duburnya semalam terdesak keluar lagi. Aku lega sekali melihatnya, bagaimanapun aku khawatir kalo sampai membawa efek jelek bagi tubuh Yeni.
Minggu siang sebelum kami kembali ke Malang dengan manja Yeni memintaku untuk menyetubuhinya sekali lagi hanya kali ini penetrasi itu kulakukan melalui liang vaginanya. Saat itu kami bersetubuh cukup lama sekali... mungkin hampir 1,5 jam-an karena kami melakukannya dengan diselingi obrolan-obrolan kecil dari soal sex sampai masalah politik. Lucu juga ....tapi asyik dan nikmat bisa berlama-lama menyatukan alat kelamin.

Sampai detik ini, itu adalah pengalaman anal sex pertama dan terakhirku karena semenjak peristiwa itu Yeni tak pernah mau lagi diajak sodomi karena menurut sepengetahuan yg pernah dibacanya anal sex seperti itu sangat tidak sehat dan bisa membawa penyakit. Willy nilly aku membenarkan juga omongannya dan sampai sekarang ini bila kami ingin berhubungan badan saya melakukan penetrasi hanya melalui vaginanya saja. Dengan mbak Marisa sendiri rutinitas sex-ku juga tetap tak berkurang sama sekali sebanyak seminggu 2-3 kali, begitu pula dengan Yeni. Ia sama sekali tak mengetahui perselingkuhanku dengan Yeni, mbak Marisa malah mengira aku sudah berhubungan dengan Sherly padahal hingga saat ini malah aku belum berhasil mengajaknya tidur bersama, karena katanya ia sangat menghormati mbak Marisa yg dianggapnya seperti kakaknya sendiri.
Dengan Silvi sampai saat ini sama sekali belum pernah aku mengajaknya sampai begituan, hanya sekali dua kali saja kami bercumbu bibir atau necking sambil meremasi payudaranya yg bulat kenyal. But intercourse .. Not yet!.    
Buat pembaca yg punya gambar2 hot kirim dong ke :
Golo007@Yahoo.com.
Yg mau kenalan juga boleh ....yg mau ngritik juga silahkan .....
Oh ..yaa..sebentar lagi suami mbak Marisa bakalan pulang, menurut pembaca kira-kira saya harus bersikap bagaimana  ..?
Buat Wiro ...thanks atas dimuatnya kisah ini. Wiro itu orgnya baek lho ...suka bagi-bagi foto. Kirim dong ke email saya he...he...
Adios ...............


CEWE KAMPUS SEBELAH (CEWE HANTU)
From: "----- --------" <--------@hotmail.com>
Date: Tue, 24 Nov 1998 14:09:02 PST


Cewe Block M Versi Dion 1.1 Up-grade Version

Gua terbangun dengan merasakan sesak di dada dan pegal pegal seluruh tubuh. Pas gua mencoba untuk bangkit badan gua tertahan kepalanya Flornce. Gua masih bugil mungkin masuk angin karena udara di kamar dingin sekali. Florence telah berpakaian. Pas gua lihat kiri kanan cari pakian gua gua liat Baja dan Gele sedang tertidur di temani Vivie dan Inge akhirnya dua wanita tersebut mendapatkan apa yang mereka inginkan. tubuh mereka berempat bugil semua dan saling tumpang tindih pemandangan seperti itu membuat kontol gua ngaceng lagi. Florence tertidur dengan pulas gua ga tega bangunin dia. Gua inget kalau ada si Linda. " Wah udah ga ada kemana yah. ? dari luar terdengar pekikan pekikan dan suara air dari kolam renang. Pelan pelan saya bangun. setelah ber pakian saya sempat melewati kamar mandi disana ada yang didalam. Saya mencoba mengintip kedalam dari lubang kunci. Saya melihat kalau ada cewe yang sedang mengosok gigi. saya tidak bisa melihat dengan jelas siapa dia karena terhalang pantatnya. Dasternya yang tipis membayangkan celana dalamnya yang berwarna krem. pantatnya bergoyang kekiri dan kekanan dari balik dasternya yang pendek saya melihat kedua tetenya dengan putingnya walau sukar memfokuskannya wah saya mulai terangsang dan ingin mencoba melihat lebih dekat. tapi niat saya urungkan. karena ingin berenang.

Sampai di kolam saya melihat sudah banyak yang berenang dan banyak juga yang duduk duduk di pinggiran. Wah ternyata banyak sekali yang datang. Surprise banyak sekali senior yang datang. Ga enak juga langsung nimbrung nih, liat kiri kanan Ga jauh dari kolam gua lihat SiLinda duduk sendirian wah kesempatan nih. Gua samperin pas udah deket ternyata ada si Sergi lagi tiduran di rumput kalah cepat. Pas gua samperin si Linda langsung bangun dan ngeloyor dia ngeliat gua aneh banget rada sinis wah sial nih, Eh elu ngomong apa sama si Linda. Ha kaga lagi gua aja kaget dia ningalin elu yang ngapain dia hahahahah kata si Sergi. Eh elu masih inget tetangga sebelah dia ada tuh tadi pagi gua liat bonyoknya cabut dia sendirian tuh di Vila. kok elu bisa tau itu bokap nyokapnya ? Gua denger lagi doi ngomong. Samperin jangan yah udah. Gua sama Sergi langsung manjat pagar sebelah dan berlari lari ke arah pintu depan. Pintu utamanya terbuat dari kaca sehingga kita bisa melihat kedalam. Vilanya tidak banyak barang tapi kelihatan barang mewah kita berjalan mengitari vila ini sampai di bagian dapur terlihat ada cewe sedang masak. Gua mengintip lewat jendela ventilasi agak susah melihat kedalam sedang Sergi mengitari rumah lagi. Cewe ini memakai celana pendek sekali pahanya putih mulus agak besar dadanya besar sekali dengan puting yang bulat menonjol di kaus yang ketat. Dia sedang membuat indomie. Gua ampir jatuh ketika Sergi narik kaki gua eh sini deh katanya pas kita mengitari Vila di bagian belakang ada pintu gudang yang ga tertutp dari sana kita bisa masuk kedalam gua cuek aja masuk nyelonong sedang sergi bilang kalau dia takut ketahuan. Ala cuek aja elu bawa handy cam ga ? Pintu masuk keruangan tengah memang agak terbuka sedikit. kita mencoba mengintip masuk lewat celah celah tidak berapa lama cewe bercelana merah ini memanggil kakaknya atau temannya untuk makan. Ivoneee makaaaan udah siap nih nanti dingin ga enak mienya. Ivone kata gua berbisik ke Sergi. Segi hanya menganguk nyengir sambil celingukan dia memanjat manjat dan melihat setiap lubang ventilasi yang ada. Dari atas terdengar suara Ivone... Saaaan susaan bentar yah lagi asik nih.

Eh masih asik ngintipin anak anak sebelah yaaahhh teriak Susan lagi pada ngapaain sambil berlari keatas .... Gua sama Sergi langsung lihat lihatan Wahhhhhh kita di intipin juga udah deh sikat aja.... Gue langsung mengambil kesempatan ini masuk kedalam vila disana gua sempet membuka lemari es dan minum menenangka jantung gua yang udah mo copot... ruangannya besar dan kebagi dua di dekat gudang tempat kita masuk ada Wc dan kamar mandi kecil disana terdapat baju ketat BH dan celana dalam sexy gila imut sekali... gua pelan pelan naik keatas sambil memberikan tanda supaya sergio mengecek kamar mandi nya. Sampai diatas terlihat ada tiga kamar satu tertup dan terdengar suara orang becanda. Gua ngecek memastikan kalau tidak ada orang di kedua ruangan lainnya di kamar yang satunya terdapat tempat tidur besar dan kosong tapi di kamar satunya masih ada baju baju berserakan. diatas ke2 tempat tidur yang kecil terdapat pakaian yang telah disiapkan dan celana dalam dan BH. Celana dalamnya kecil bermotifkan titik warna warni sama dengan BHnya kedua duanya merangsang sekali. Gua melihat ada 4 celana dalam lainnya di keranjang kayanya yang punya kedua cewe yang di dalam ukurannya berbeda wah udah terangsang banget gua hirup dalam dalam haruuum sekali wanginya merangsang sekali....gua udah ga tahan untuk ngejilatin memek memek kedua cewe ini....mereka menjaga sekali memeknya ga ada baunya sama sekali celana dalammnya. BHnya lebih harum lagi wangi keduanya berbeda tapi sama sama merangsang lembut dengan bau mawar yang satu dengan bau melati. Tiba tiba terdengar bunyi telfon. Gua dengan cepat lompat ke lemari kosong tepat gua pintu lemari Susan masuk menyambar telfon dari balik celah gua bisa melihat tubuhnya Susan yang kecil dengan pinggulnya yang besar celana dalamnya keluar dari celana pendek merahnya yang kekecilan. rambutnya panjang lurus tapi ikal di baagian bawahnya. Yang telfon cowonya Susan dari nadanya si Susan kesal karena cowonya ga bisa datang hari. SiSusan bilang kalau 2hari lagi dia mungkin pulang ke (Semarang)dan mungkin tidak bisa ketemu lagi karena dia cuti semester ini. Dia meminta minta cowonya untuk datang dan menagi janji dalam pembicaraan saya menangkap kalau Susan sudah tidak perawan lagi dan sudah lama tidak di gauli sama calon suaminya( cowonya) . Dengan nada kesal Susan mengancam kalau dia akan jalan sama cowo lain anak kampusnya dia yang sudah lama naksir, Ini cewe gatel banget kata gua dalam hati. Setelah menutup telfon Ivone masuk si Ivone mempunya tubuh agak besar susunya besar pantatnya besar saya belum bisa melihat mukanya pada saat itu. Kenapa San ? Tidak apa apa Steve ga bisa datang malam ini. Yah udah ga apa apa kita pulang aja kalau gitu nanti sore... Aduh jangan Von aku ga kerasaan di Jakarta sumpek, mumet aku di kost terus katan Susan. Aku mau disini aja sebelum pulang ke (Semarang). Gimana kalau aku telfonin anak anak kost suruh pada nyamperin kemari? Ivone.

Aku pulang dulu nanti aku ajak anak anak kemari oke. Aku mau mandi dulu nih makasih yah mie nya Susan manggut manggut aku mau mandi juga ahhhh ngilangin kesel...

Gua keluar pelan pelan langsung ngecek ke bawah di bawah Ivone lagi di kamar mandi pas gua ke gudang si Sergi sedang mengabadikan Ivone.. Asiikkkk gua mengintip dari celah celah pintu masuk wc yang agak rendah disana Ivone sedang membuka celana dalamnya jembutnya keriting panjang panjang dan menutupi lobang memeknya kemudian Ivone jongkok kencing pemandangan ini menakjubkan sekali merangsang sekali gua baru pertama kali ngeliat cewe kencing, memeknya ga jauh dari jangkauan gua karena dia menghadap ke tembok tida sadar tangan gua menggapai gapai uhhhh hampir saat itu gua gelap mata untung sadar . cepat cepat gua tarik tangan gua ampir aja ketahuan. Dia mencebokin pantatnya dan memeknya sambil mengobel ngobel memeknya sendiri dan mendesah terdengar suaranya memberattt ahhhhh aahhhh sialan anak anak sebelahhhhhh buat gua basaaaaahhh aja ahhh terus dia buka bajunya dan BHnya sambil tetap memegang mengang memeknya jembutnya di sibak melihatkan memeknya yang bengkak dan merah itilnya di gosok gosokan. Ivone tidak sadar kalau dibawah pintu ada yang lagi melihat adegan ini. Terus gua decide untuk melihat keaadan susan . Gua nekat celana dalam gua buka dan hanya memakai celana pendek kontol gua yang ngaceng gua keluari dan gua pijat pijat di kamar mandi atas Susan belum selesai mandi gua mengintip dari lubang kunci Terlihat susan sedang mencukur bulu bulu kaki. Tetenya ternyata besar untuk ukuran badannya yang kecil seolah olah badanya tidak kuat menyangga tetenya ketika ia membungkuk kedua putingnya panjang dan hitam pasti sering di kulum kulum dan di tarik tarik.

Tiba tiba Susan meluruskan badannya. dan mengambil handuk gua siap siap kabur bener dia mau keluar sambil melibatkan handuknya ke dadanya gua langsung ngunpet ke lemari lagi pintu lemari tidak tertutup rapat dan terbuka wah gua sampe gemetaran takut ketahuan. Susan mencari cari cari majalah bekas dan mengambil gunting kemudian masuk lagi ke WC gua pelan pelan ngintip lagi dari dalam terlihat pemandangan yang menakjubkan susan sedang mencukur bulu jembutnya pertama di gunting pingiran pingirannya kemudian yang panjang panjang di cukur pelan pelan sambil dikasih sabun supaya licin. Gua ga tahan gua ambil celana dalamnya Susan dan gua pake untuk onani lembut sekali celana dalamnya karena gua udah ga tahan gua keluar dengan cepat membasahi celana dalamnya Susan peju gua belepotan kemana mana ke lantai dan celana dalamnya basah sama peju gua cepat cepat gua kantongin celana dalamnya dan keluar

sampai di luar si Ivone sudah selesai mandi juga dan berada di ruang tamu sambil menonton TV karena suara TV keras dia tidak dengar anak tangga yang menderit derit serta pintu gudang yang di tutup sampai di Gudang gua liat si Sergi sempet mau kabur tapi pas liat gua yang muncul dia memberi tanda ok. Dia bilang kalau Ivone juga ga perawan Sergi melihat kalau Ivone masturbasi sambil memasukan kedua jarinya keluar masuk dan katanya si Ivone terangsang sama kejadian di sebelah ( Vilanya Mabes baca cewe blok m )Semua kejadian tidak terekam karena baterenya lupa di Charge semalam dan filmnya juga hampir habis jadi hanya bagian bagian tertentu saja yang di rekam. pada saat itu kita mendengar tv telah di matikan dan suara mobil menjauhhh dan terdengar pintu tertutup yuk keluar balik yuk.....

belum sempat kita memanjat pintu pager. Ada teriakan dari atas Hei mau ngapaiin kalian! Pergi dari sini atau saya telfon polisi. Anu saya mo nanya bisa pinjam mobilnya ga ? Haa mo nyolong mobil yah jangan harap kalian bisa lari jauh jauh. Loh bukan itu maksud kami lagian kan temen kamu udah keburu pergi kita tadi niatnya mo nebeng ke Jakarta tipu gua..... kamu anak Jakarta kan.... Bukan lohhh plat mobilnya B.......Jakarta dong ia saya kost di Jakarta ohhh Nama saya Sergi saya Kost juga nama kamu siapa kamu kuliah dimana kata Sergi saya nginep di Vila sebelah

... Nama saya Susan ,,, ini Dion teman saya. Eh kalian mau nolongin saya tidak tiba tiba Susan meninta kamu untuk naik keatas. Dion gua balik dulu yah kata Sergi si Erica manggil gua yukkk daaa Susannnnn kata Sergio sambil membawa handycamnya


KISAH SUKSESKU 1
From: -------- ---- <-----@ToughGuy.net>
Date: Mon, 23 Nov 1998 16:54:57 +0000


Halo pembaca! Perkenalkan, nama saya Josh. Saya adalah seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri di "Universitas Reformasi" yang terletak di bilangan Grogol, Jakarta Barat. Sekarang ini saya berumur 22 tahun, jadi masih kuliah sambil berancang-ancang akan menyelesaikan skripsi. Tetapi tidak seperti mahasiswa lainnya, saya tidak kos, melainkan tinggal di apartemen lux di bilangan Roxy Mas. Semuanya adalah berkat usaha saya sendiri, tentu saja. Saya menulis cerita ini karena saya ingin sharing pengalaman nyata saya dengan pembaca, dan who knows, mungkin ada di antara pembaca yang tertarik untuk mengikuti jejak saya. Siapa tahu kita bisa bertetangga di Roxy Mas sana :-)~

Sedikit gambaran nih tentang diri saya, tinggi badan saya 178 cm, dengan berat 78 kg. Orang bilang sih saya macho, karena gumpalan otot-otot yang bertonjolan di tubuh saya, hasil fitness, dan latihan taekwondo sejak berumur 12 tahun. Saya berkulit coklat terang, dengan bulu-bulu di sekujur tubuh saya. Wajah saya, katanya sih tampan, dengan rambut-rambut kasar di pipi dan janggut. Kayak George Michael, katanya. Sejak SMP dan SMA memang banyak cewek yang mengejar-ngejar saya. Tapi saya tolak semuanya. Saya tidak suka ABG. Saya prefer women to girls. Bagi saya, ABG cuma anak-anak manja yang ngerepotin tapi nggak bisa di-fuck, karena saya tidak suka bikin rusak masa depannya atau ngerepotin orang tuanya. Jadi buat apa saya repot sama mereka?

Kalau mau dicari kambing hitamnya, sumber dari segala ilmu, keahlian, dan kemakmuran saya ini berasal dari tante saya, yang sudah begitu jahat merusak -- oops -- maksud saya, sudah begitu berbaik hati "mendidik" saya sejak saya berusia 13 tahun. Begini ceritanya...

Saya adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Saya mempunyai dua orang kakak perempuan, masing-masing 6 dan 10 tahun lebih tua dari saya. Karena itu, saya termasuk anak yang beruntung mendapatkan perhatian extra dari orang-orang serumah. Kedua kakak saya juga selalu menganggap saya seperti anak kecil, sehingga saya bisa dengan bebasnya keluar masuk kamar mereka. Terkadang malah saya tertidur di situ sewaktu kakak-kakak saya kuliah sore, karena kamar tersebut ada AC-nya, sedangkan kamar saya tidak.

Suatu saat di bulan November 1989. Siang hari itu panas luar biasa. Kalau sudah begitu, tak lain dan tak bukan, saya langsung kabur ke kamar kakak-kakak saya untuk mendinginkan diri. Sesampainya di kamar saya langsung menyalakan AC dan merebahkan diri di ranjang kakak tertua saya, sebut saja namanya Elvira.

Saya selalu prefer sama ranjang kakak saya yang satu ini, karena kalau berbaring tengkurap saya bisa mencium wangi khas wanita -- a woman's scent -- yang menempel di situ. Dia ini memang agak terpengaruh gaya hidup barat sepertinya, sehingga suka tidur hanya dengan selimut tanpa apa-apa di bawahnya. Tentu saja, saya yang waktu itu baru 13 tahun, belum tahu kenapa saya bisa begitu suka bau itu. Pokoknya suka, titik. Sedangkan kakak saya yang kedua -- let's call her Diana -- selalu tidur dengan badan full terbungkus piyama, sehingga tidak ada aroma apapun di ranjangnya.

Anyway, sewaktu saya tidur-tiduran sambil tengkurap di situ, tiba-tiba tangan saya yang merogoh ke bawah bantal menemukan sesuatu. Penasaran, saya tarik benda itu. Hmm, what is this? Suatu majalah dengan tulisan "Slick" di depannya -- and gosh! -- ada cewek blonde -- yang berpose dengan sexynya, satu tangan di belakang kepala, satu tangan di pinggang, kedua buah dadanya tinggi menantang, dengan puting yang berwarna pink dan tampak erect. Dan istimewanya -- saya bingung waktu itu -- bahwa di dekat vagina-nya -- pussy-nya -- tidak ada rambut sama sekali. Mulus! Dan saya bingung, karena seingat saya, sewaktu saya yang berumur 5 tahun mandi bareng Mom, I saw something dark near her pussy.. Ini kok nggak ada ya? Pikir saya waktu itu.

Tapi pikiran itu dengan cepat lenyap dari kepala saya, karena rasa ingin tahu saya segera mendorong saya untuk membuka-buka buku itu. Menarik! Semua cewek yang muncul di situ nggak punya pussy hair. Semuanya licin seperti bayi. Tapi perhatian saya segera tertarik pada gambar yang menunjukkan cewek blonde yang jadi model sampul tadi -- dia sedang berbaring tengkurap dengan pantat yang ditunggingkan tinggi ke atas. Seorang lelaki sedang membenamkan mukanya di situ, menciumi vagina dan anusnya dengan rakus. "What the hell is he doing down there???" Kira-kira begitu pikiran saya waktu itu. Mata saya beralih ke wajah cewek blonde itu, yang -- dalam pikiran saya waktu itu -- sedang membentuk ekspresi seakan dia sedang menikmati es krim yang paling nikmat sedunia (I always love ice cream, dan ada pengalaman menarik tentang ini nanti).

Halaman berikutnya menunjukkan si blonde yang sama, sekarang sudah dalam posisi telentang, kedua kakinya dibuka sampai hampir 90 derajat, dengan tangan kiri memegang pergelangan kaki kirinya. Dan sekarang si cowok itu sedang memasukkan lidahnya ke her pussy, satu tangan mempermainkan sesuatu sedikit di atas celah pussy itu (belakangan saya baru tahu, itu yang namanya clit), satu tangan lagi mencubit puting kirinya. Ekspresi-es-krim itu terlihat lagi pada si cewek, kali ini tampak lebih intens. Mata terpejam, tangan kanannya membawa puting kanannya ke mulutnya... it's like she was sucking the most delicious ice cream in the world through a straw. Wonderful!

Pada saat itulah saya merasakan ada sesuatu yang lain dengan bagian bawah badan saya. Penis saya mengeras dan membuat saya tidak enak tidur tengkurap. Maka saya pun berbalik tidur telentang, sambil terus mengamati majalah tersebut. Tangan kiri menahan majalah dan membalik-balik halamannya, tangan kanan secara naluriah bergerak ke penis dan mulai melakukan provokasi. Ekspresi es-krim sekarang terlihat di muka si cowok, yang tampaknya disebabkan oleh terjebaknya penisnya di mulut si blonde slut model sampul itu. Tangan kiri di pinggang, tangan kanan menjambak rambut blondenya yang indah. Tangan kanan saya pun mulai bergerak semakin cepat maju mundur. Nafas saya terengah-engah. Kamar ber-AC itu tidak pernah terasa sehangat saat itu.

Halaman berikutnya menunjukkan gambar yang harus saya cerna beberapa saat terlebih dahulu. Baru saya sadar bahwa itu adalah close-up dari penis si cowok yang tertanam dalam anus si cewek. Oh, saya pikir. Ternyata begitu ya caranya! Saat itu, tegangan yang sudah dari tadi membuild-up mulai dari kedua paha meledak, menimbulkan denyutan-denyutan yang nikmat luar biasa. Saya segera membalik-balik halaman dengan cepat, sampai ke halaman yang menunjukkan penis yang berkilat-kilat, karena baru dicabut dari anus si blonde slut itu. Lubang anusnya tampak sedikit terbuka, cairan putih mengalir perlahan lewat lubang menganga itu. Pussy-nya tampak sangat basah, dengan cairan yang jelas tampak membasahi selangkangan dan kedua paha bagian dalam. Ledakan demi ledakan terus datang menghunjam tubuh saya, sampai saya tergolek lemas. Tidak ada apa-apa yang keluar dari penis saya, maklum, baru 13 tahun. Menyadari secara intuitif bahwa saya tidak boleh tertangkap dalam keadaan begini, saya segera memperbaiki pakaian saya, secepatnya menaruh majalah itu kembali ke balik bantal, dan terpaksa balik ke kamar saya. Interesting bukan, bahwa udara yang panas bisa terasa lebih sejuk setelah orgasme. Coba saja kalau tidak percaya!

Sejak itu, hampir setiap ada kesempatan saya berusaha masuk ke kamar kakak saya untuk mencari majalah-majalah serupa. Tentu, tidak selalu saya berhasil menemukannya di bawah bantal, tetapi masalah itu dengan cepat berhasil dipecahkan setelah saya menemukan di mana kak Elvira menyembunyikan kunci lemarinya. Hari-hari berjalan dengan saya bermasturbasi sambil melihat-lihat majalah-majalah panas yang saya temukan, sambil menikmati bau khas dari kak Elvira, yang ternyata bisa menambah nikmatnya orgasme saya.

Saya mulai berpikir... seperti apa ya aroma pussy wanita? The boys I saw in those magazines certainly liked it a lot! Saya mengaduk-aduk keranjang cucian dan... bingo! Ada CD wanita bekas pakai di situ. Saya memasukkannya ke dalam kantong celana secepat kilat, dan segera kembali ke kamar saya mengunci diri dan berbaring telentang di tempat tidur saya. Saya keluarkan CD itu dari kantong, dan saya ciumi CD itu sambil menarik nafas dalam-dalam. Segera saya tahu bahwa ini adalah CD milik kak Elvira. Scent yang biasa saya cium di tempat tidurnya terasa jauh lebih intens di situ. Penis saya pun segera mengeras seiring dengan merasuknya aroma pussy ke paru-paru saya. Sesorean itu saya bermasturbasi dengan CD kak Elvira, orgasme datang tak terhitung (satu lagi hal menarik: tanpa ejakulasi, pria *bisa* mengalami multiple orgasms dalam waktu singkat), sampai sekitar jam 5 sore, di mana saya mendengar suara mobil kak Elvira di gerbang depan, yang menyebabkan saya terloncat dan berlari secepat kilat ke kamarnya, mengembalikan CD tersebut ke keranjang cucian. Selamat!

Hari-hari saya pun berjalan seperti biasa, nothing special happened, kecuali bahwa saya menemukan bahwa BH bekas pakai pun menyimpan bau khas yang sangat saya suka... scent of a woman. Tidak pernah saya duga bahwa sebulan berikutnya, terjadi sesuatu yang mengubah jalan hidup saya sampai bisa seenak ini sekarang.

Pagi itu, tanggal 10 Desember 1989. Saya selalu ingat karena sehari sebelumnya adalah hari ulang tahun kak Diana yang ke-19. Seorang tante dari pihak ibu datang berkunjung ke rumah. Sebut saja namanya Lori. Tante Lori baru saja menyelesaikan sekolah S3-nya di England. Tante Lori is a very beautiful woman. Dia waktu itu berumur sekitar 38 tahun, tapi she could easily make for a 28-year old woman. Kulitnya agak gelap tapi sangat mulus, tinggi badannya sekitar 170 cm, rambutnya panjang sebahu, dan berwarna coklat (rambutnya mirip Ira Koesno yang penyiar SCTV itu... geez, Ira Koesno is one helluva sexy girl alright! I wish I'll get a chance to fuck her someday..). Matanya agak kecil dengan alis tipis yang membentang bak sayap burung camar. Hidungnya kecil dan lancip seperti kaum ningrat barat. Bibirnya tipis dan selalu tersenyum, salah satu faktor yang bikin saya paling suka sama tante yang satu ini. Memang nenek adalah seorang Inggris, sedangkan kakek adalah campuran Belanda-Indo. Hasilnya ya seperti ini. Superb!

Bila Tante Lori masuk dalam mitologi Yunani mungkin ia akan paling cocok menjadi Minerva. Badannya padat, postur tubuhnya tegak, menonjolkan dua buah dada yang besar menantang (38B, saya lihat sendiri ukurannya), pinggang dan perut yang ramping serta pantat yang berisi.

Dari dulu saya adalah keponakan kesayangan Tante Lori. Selain merupakan keponakannya yang paling cepat bicara bahasa Inggris, dia juga suka saya karena tampang saya yang katanya imut-imut. Saya selalu panggil dia Lori, tidak pernah pakai Tante. Dia yang minta begitu.

Karena itu tidak heran, pertama kali ia masuk rumah, orang pertama yang dirangseknya adalah saya, yang kebetulan begitu beruntung membukakan pintu untuknya. Wow! Luar biasa! Dia datang dengan memakai baju -- apa itu namanya -- baju you-can-see yang terkait di bahunya lewat tali tipis. Ketat dan berwarna hitam. Perutnya yang rata seperti pemain aerobik terbuka lebar. Ia juga memakai celana jeans biru ketat yang fit very nicely di pinggulnya yang berbentuk kaya biola.

"Haaaii darliiiing! Josh! Come here my favorite nephew, lemme give you a big hug!" katanya. Dia segera menarik dan memeluk saya erat-erat. Karena saya tidak setinggi dia, maka muka saya tepat terbenam di antara buah dada dan ketiak kirinya. Scent-nya segera terasa begitu intens, menjebloskan saya dalam kesulitan besar untuk menyembunyikan penis saya yang langsung memberontak tegak begitu wangi tubuh Tante Lori menyeruak ke dalam paru-paru saya. Cepat-cepat saya tarik pantat saya ke belakang. Untung Tante Lori segera melepaskan pelukannya, dan melanjutkan berkangen-kangenan dengan anggota keluarga yang lain.

Hari itu menjadi hari Minggu yang paling panas buat saya. Tante Lori seharian menempel pada saya, kami saling bermain, memeluk, dan mencium dengan cara yang amat "berbahaya", sampai-sampai saya setengah mati menyembunyikan ereksi yang terjadi terus menerus selama saya bersama Tante Lori. Malamnya diputuskan bahwa Tante Lori akan menginap. Tentu saja (hooray!) kamar saya yang kena, karena tinggal kamar sayalah di rumah itu yang masih baru ditempati satu tempat tidur. Saya tidur disampingnya, dengan kasur tambahan. Tante Lori memakai tempat tidur saya.

Di kamar, kami ngobrol ngalor ngidul, dari masalah sekolah saya sampai ceritanya mengenai masalah panah waktu (Tante Lori mendapat Ph.D. nya untuk bidang fisika teoretis). Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Semua anggota keluarga lainnya sudah tidur. Tiba-tiba Tante Lori turun dari tempat tidur, melangkahi saya untuk mengambil tisu di tasnya. Sekilas tampak waktu ia melangkahi saya, bahwa ia tidak mengenakan CD, dan pussynya tidak berambut sedikitpun! Adegan-adegan di Slick langsung bersliweran di kepala saya. Darah dari seluruh tubuh segera berebut lari ke penis saya. Cepat-cepat saya mengambil posisi meringkuk sambil mengepit guling agar ereksi saya tidak kelihatan.

"Josh, it's so damn hot here! How can you sleep in such a hot weather?"

"Dunno, Lori. Been accustomed to it after so many years, I think" jawabku.

Tante Lori memutar matanya dengan lucu, tampak wajahnya yang cantik mulai basah oleh keringat. "Yea yea, but I'm not! There's no way I can sleep with this darn clothes clinging on me, make the hot air even hotter! I'll have to get out of my clothes in order to get some sleep!"

"Then why don't you just take it off?" godaku nakal.

Keringat semakin deras membanjiri tubuh Tante Lori. Akhirnya ia menyerah, dan berkata, "You naughty boy. Guess I have to. Just promise me you won't peek while I'm taking off my clothes, okay?"

"Oookay, don't worry, auntie. I promise I'll be a good boy, and keep my eyes totally shut!" kataku sambil menutup kedua mataku dengan tangan dan membalikkan badan ke tembok.

Saya mendengar Tante Lori kembali melangkahi saya untuk kembali ke tempat tidurnya. Akhirnya terdengar suara Tante Lori lagi. "Okay Josh, you can open your eyes now!" katanya. Saya pun berbalik, dan melihat Tante Lori berbaring sambil tersenyum ke arahku, tubuhnya hanya diselimuti kain tipis, apparently tanpa apa-apa di bawahnya.

"Now I should be able to get some sleep. Could you please turn off the light, Josh?" katanya. Saya pun turun dari kasur saya dan mematikan lampu.

"Good night, Josh", katanya. "Have a nice dream.. and no peeking, you pervert!" candanya pura-pura galak.

"Yeah, a nice WET dream alright", pikirku.

Malam itu terasa panjang sekali. Saya benar-benar tidak bisa tidur. Pemandangan yang saya lihat barusan, dan wangi tubuh Tante Lori yang menyebar di kamar itu membuat baik tubuh maupun penis saya sama-sama tidak bisa tidur. Sejam dua jam berlalu tanpa ada apa-apa. Pada jam ketiga, Tante Lori rupanya mulai masuk ke alam mimpi. Tubuhnya bergerak-gerak, sehingga selimutnya tertendang jatuh ke lantai. Oh ya, Tante Lori ini punya kebiasaan tidur yang agak unik, yaitu ia suka tidur terbalik. Jadi posisi yang biasanya oleh orang lain dipakai untuk kaki, olehnya dipakai untuk kepalanya.

Saat itulah Tante Lori bergulir tanpa sadar, tanpa apapun di tubuhnya, ke kasur saya. And guess what, gulingan itu ternyata membuat bagian bawah tubuhnya menindih tubuh saya, dengan pussynya tepat berada di depan muka saya! Oh god, rasanya kepala saya mau meledak saat itu, baik kepala atas maupun bawah. Scent of her sex begitu kuat masuk ke hidung saya, membuat saya tidak tahan lagi. Untung badannya tidak seluruhnya berada di atas badan saya, sehingga ereksi dahsyat saya tidak mengenai tubuhnya.

Perlahan-lahan saya memberanikan diri mendekatkan bibir saya ke bibir pussynya yang mulus tanpa rambut. Pertama-tama saya cium dengan lembut. Rasanya sungguh hangat dan menyenangkan. Saya berhenti sejenak, karena takut Tante Lori terbangun. Setelah yakin ia tetap tertidur nyenyak, saya memberanikan diri melanjutkan eksplorasi saya. Saya meniru apa yang dilakukan orang-orang itu di majalah kak Elvira. Saya buka kedua bibir pussynya dengan jari saya, dan saya permainkan lidah saya di dalam liang vaginanya. Sambil jari-jari saya mempermainkan clit-nya dengan lembut. Selang berapa waktu pussy juice-nya pun mulai mengalir. Saya menghisapnya semua dengan rakus. Saya dengar Tante Lori mendesah, "Ehhmh..."

Shit! Maki saya dalam hati sambil langsung diam membeku. Saya baru sadar apa yang saya lakukan. Apa yang akan terjadi kalau sampai dia tahu? Tapi ternyata Tante Lori diam kembali. Setelah beberapa lama saya berbaring kaku sambil menahan nafas, nafsu saya pun muncul kembali mengalahkan semua rasio. Saya kembali mendekatkan mulut saya, kali ini saya langsung menuju clit-nya. Saya hisap dengan kuat dan saya permainkan clit-nya dengan lidah saya. Mengingat contoh yang saya lihat di Slick, saya memasukkan jari telunjuk kiri saya ke liangnya, dan menggerakkannya maju mundur berputar-putar. Vaginanya sudah sangat banjir sekarang. Pussy juice mengalir ke bawah sampai ke lubang anusnya dan ke leher saya. Ini memberi saya ide. Setelah melumasi jempol saya dengan cairan berharga itu, perlahan saya masukkan jempol kanan saya ke lubang anusnya.

Saya mendapat kejutan lagi di situ. Ternyata lubang anus Tante Lori sedikit terbuka, sama seperti si blonde slut yang saya lihat di Slick itu! Apakah Tante Lori sering melakukan anal sex?

BERSAMBUNG...

Pembaca, terus terang saja, saya baru kali ini menceritakan pengalaman saya ini ke orang lain. Karena itu saya tidak tahu apakah pembaca akan menyukainya atau tidak. Kalau ternyata banyak yang suka, sudah jelas saya akan melanjutkan cerita ini. Minta comment dari pembaca sekalian dong, kirim saja ke NoOne@ToughGuy.net Terimakasih! Thanks juga to Wiro!


PELAJARAN ORAL SEX (SAMBUNGAN)
From: "--- ------" <------@hotmail.com>
Date: Sun, 22 Nov 1998 22:17:39 PST


Halo mas Wiro!! Sorry, saya ngga tahu bahwa surat yang saya kirim terpotong. Saya pikir mungkin itu karena terbatasnya media Hotmail. Baru hari ini (23 November 98) saya bisa mengirim sisanya. Saya juga terima kasih untuk surat-surat yang telah dikirim buat saya (iko_99@hotmail.com), saya akan balas semampu saya. Oya, diantara pengirim surat, mungkin ada yang mengira saya cewe, atau gay, disini saya jelaskan bahwa saya adalah cowo dan bukan gay (saya ngga punya masalah dg konsep gay ini, cuma kebetulan saja saya bukan, jadi bukan maksudnya negatif nih!! saya juga punya 3 temen gay dan ngga ada masalah dg mereka, kita cuma berteman biasa aja, urusan pribadi toh urusan masing-masing) dan Pelajaran yang saya TERJEMAHKAN ini adalah dari beberapa sumber, baik Internet maupun buku, saya gabung dan tambahkan sebagian kecil kata-kata saya sendiri.

Setelah saya baca lagi, ternyata saya adalah penterjemah yang jelek, ada beberapa kalimat yang mungkin membingungkan, sorry deh!!.

Untuk Mas Wiro, terima kasih banyak telah meluangkan waktu membaca dan menampilkan surat saya sebelumnya. Keep Up the good work. Anda membantu orang-orang PHK spt saya, bukan dalam hal jorok saja lho maksud saya, tapi anda telah lebih memotivasi saya lagi untuk belajar lebih banyak mengenai Internet, Home Page, Program dll.

Sambungan yang lalu yang terpotong ....

Mainkan "bibir"nya dengan bibir dan lidahmu, atas dan bawah, kedua sisi. Cium lagi pussynya dan jilatkan lidah anda ke meatus (lubang kencing) dan mainkan sebentar, kemudian naik ke clit lagi, tarik pelahan dan lembut dengan bibirmu, gerakan lidahmu kembali ke bawah pussynya dan diamkan di bagian luar dari bibirnya, lalu naik lagi keatas. Tunjukkan bagaimana kamu sangat menyukai melakukan ini. Buka mulutmu lebar dan tutupkan kepussynya, ambil sebanyak kamu bisa, tekan mulutmu cukup keras, gerakan kepalamu berputar-putar sementara cari clitnya dengan lidah dan jilat-jilat. Dia mungkin menggesek-gesek rambutmu dengan tangannya sekarang sambil memperhatikanmu dengan mulut terbuka dan suara seksi yang biasa cewe keluarkan.

Lepaskan bibirnya dan lihat muka dia, pandang dia, lihat ekspresinya dan rasakan apakah dia mengangkat pussynya kearah kamu ? bila iya dengan lembut masukan area disekitar clit beserta clitnya kedalam mulutmu, isap dan buka lebar, masukkan tudungnya dan tahan dengan bibirmu, biarkan clitnya masuk kemulutmu dan menyelip keluar kembali kebawah tudungnya, kemudian isap lagi kedalam mulutmu, sentuh-sentuh dengan lidahmu, terus berulang-ulang hingga dia merasa seperti mempunyai penis dan memasukkannya ke anda. Selipkan tangan mu kesepanjang sisi pussynya, gerakan ibujarimu kebagian atasnya dengan pijatan ke arah clitnya, dia mungkin memegang kepala anda dan mengatur kecepatannya sambil menarik kepala anda kedia lebih keras dan keras lagi, sambil menggoyangkan pantatnya maju mundur makin cepat dan cepat. ... Anda telah menemukan apa yang dia inginkan dan dia akan segera orgasme, sebaiknya anda tidak berhenti sampai dia selesai.

69

69 dapat dilakukan dengan cowo diatas, cewe diatas, atau menyamping. Dua terakhir mudah, walaupun begitu lebih enak lagi bila keduanya rebahan. Ada cewe yang senang dijilat sambil merangkak, jadi jika 69 cewe diatas lebih efektif, cari tahulah dan lakukan posisi yang dia lebih suka. Dengan Cewe diatas, yang dia lakukan adalah membuka lututnya dan anda akan ada di pussynya. Ada yang suka cowo diatas, tapi untuk cewe yang tidak pengalaman dengan deep-throat (memasukkan penis hingga tenggorokannya), hal ini akan membuat dia tersedak. Jika cewemu mau deep-throat, maka cowo diatas adalah posisi terbaik.

Masalah satu-satunya dengan 69 adalah kadang anda bingung apa harus konsentrasi ke kepala anda yang diatas atau ke "yang dibawah"?

Kembali ke topik Cunnilingus, Cewe kadang merasa kesepian waktu anda melakukannya dibawah sana, mereka butuh sesuatu untuk dipeluk atau dipegang. Jadi, kadang lakukan cunnilingus menyamping, seperti posisi 69, biarkan dia memegang penis anda atau memasukkannya ke mulut sambil memeluk pinggang anda dan menekankan dadanya sementara anda membawanya ke dunia lain, tapi pastikan ke dia jangan melakukan hal yang bisa mengganggu konsentrasi anda.

OK, kita ringkas kembali, dia memegang kepala anda dan menekan muka anda ke jembutnya, praktisnya dia membuat anda kesulitan bernafas, dia menjerit dan mengangkat-angkat pantatnya, anda merasakan pussynya berkontraksi secara hebat - berapa lama anda harus mempertahankan hal ini ?? Jawabannya sederhana, sampai dia membuat anda berhenti. Biasanya cewe menyetop sekitar 5 detik setelah dia mulai klimaks, yang lain mungkin masuk ke orgasme berikutnya bila anda teruskan. Sesekali tengadah untuk ambil nafas, tapi ingat, gairah dia akan langsung turun bila anda melakukannya tidak dengan baik, sebaiknya angkat wajah anda sedikit sambil lidah dan mulut tetap menempel, cukup untuk hidung anda mengambil nafas dengan cepat.

Jika anda menjilat/mengisap clit sambil jari masuk, maka anda sedang memberi rangsangan yang mungkin lebih hebat daripada yang anda lakukan dengan penis anda. Dia pasti sedang hampir klimaks. Periksa tanda-tandanya. Tiap cewe unik, ada yang puttingnya mengeras waktu dia bergairah atau hanya waktu dia orgasme. Ada yang mukanya memerah dan mulai gemetar. Cari tahu tanda-tanda cewe anda dan anda akan menjadi pecinta yang sensitif. Waktu dia mulai mendapat orgasme, demi dewa, jangan lepaskan clitnya, pertahankan posisi. Waktu dia mulai keluar, tekan lidah anda sepanjang bagian bawah clit, hingga tinggal bibir anda menutupi bagian atas. Gerakan lidah anda keluar masuk lubangnya. Jika jari anda didalam, gerakan sedikit, tapi yang lembut, keadaan sudah sangat, sangat sensitif sekarang. Jika anda melakukannya dengan benar, dia akan mendapat orgasme berkali-kali dengan cara ini, dan cewe akan tetap bergairah selama satu jam sesudah dia mendapat orgasme.

Berapa kali cewe perlu orgasme ? ada yang cukup puas satu kali, ada yang pingin lagi, tapi tetap butuh sekitar 5 menit untuk menyiapkannya. Banyak cewe yang menjadi sensitif sesudah dia klimaks, mereka mungkin menekan kepala anda menjauh dengan kasar. Hal ini bukan berarti mereka cukup, mereka cuma ingin anda berhenti sejenak. Bahkan ada cewe, setelah istirahat sebentar, mampu orgasme lagi dan lagi. Sedikit cewe yang dapat klimaks berurutan dengan rangsangan yang tanpa berhenti. Mereka disebut penyandang Multiple Orgasm. Saya tahu hal ini sulit untuk anda ketahui apa dia sudah cukup dan ingin berhenti, jadi untuk gampangnya tanya saja dia.

Setelah anda membuat dia orgasme, jangan tinggalkan dia. Cowo bisa keluar dan langsung ngorok tidur tanpa merasa bersalah. Tapi cewe, secara alam, butuh sensitifitas dari cowonya pada detik-detik setelah seks. Jangan mengelap diri anda, berjalan mengelilingi ranjang ke sisi yang lain, atau pergi ke kamar mandi. Tetap berada pada kontak fisik dengannya, gerakan tubuh anda dari tempat dimana anda waktu dia klimaks, terus keatas hingga memeluknya. Rebahan bersama berdua, tangan dan kaki bertautan, belai dadanya. Tetap melakukan hal-hal seperti waktu anda fore-play.

Cewe anda terangsang sekali dan merasa enak, tapi ngga bisa orgasme.

Kadang terjadi, - gangguan, rasa malu, rasa ingin tahu atau hanya ketidakmampuan untuk melepas. Apa yang harus anda lakukan ?? Pertanyaan pertama adalah, dapatkah dia membuat dirinya sendiri orgasme dengan masturbasi. Jika jawabnya tidak , maka dia perlu baca buku tentang seks lebih banyak, belajar lebih banyak. Membaca dan praktek, praktek, dan praktek !

Jika jawabannya iya. Tanya dia : "Apa perlu hal yang berbeda yang perlu saya lakukan ?" Cewe kebanyakan malu mengkritik cowonya, tapi bila ditanya mereka biasanya akan menjawab dengan terus terang. Penghalangnya mungkin cuma hal sederhana, seperti kurang sedikit ke kanan, atau jangan terlalu kasar, atau kurang menekan dan kurang cepat.

Tapi, andai semuanya baik. Dia bilang anda melakukan dengan baik tapi dia tetap tidak bisa orgasme. Ada dua kemungkinan : Pertama, Kesadaran diri dan/atau membenci diri. Untuk cewe yang tidak bisa melihat mereka sedang hubungan seks, hal terbaik adalah menghilangkan segala yang akan mengganggu konsentrasi mereka, seperti menjauhkan kaca, matikan lampu, pasang musik. Kedua, Ada cewe yang merasa bahwa pussy mereka kotor dan tidak enak, semua metoda diatas dapat menolong, tapi pendapatnya mengenai hal ini harus diperbaiki. Saya kadang heran, banyak cewe yang tidak suka dengan genitalnya. Mereka tidak menyukai bagian tersebut, dan tidak percaya bahwa cowo tidak begitu. Ya, penting sekali untuk bersih. Tapi bersih artinya, mandi secara biasa saja dimana termasuk membersihkan bagian tersebut. Tidak berarti mencoba untuk menghilangkan setiap aroma atau rasa. Rasa atau aroma yang alami dari bagian tsb sangat indah dan erotis. Saya harap anda setuju (bila tidak, cobalah dengan keras hingga anda setuju). Jika dia telah menyukai bagian pussynya, maka dia jelas akan lebih nyaman dengan rasa sukanya anda pada bagian tsb.


CEWE BLOK M 3 VERSI DION 1.0
From: "----- --------" <--------@hotmail.com>
Date: Thu, 19 Nov 1998 19:57:55 PST


Saya tidak meneruskan cerita saya soalnya banyak yang hanya minta photo saja. Selama kejadian kami lebih banyak menggunakan vidoe cam dan video tersebut tidak diketahui berada di tangan siapa. Sequel cewe blok M ini ditulis oleh teman saya si Dion....

Ketika gue mulai terlelap tiba tiba pintu kamar terbuka. angin dingin menerpa masuk membuat gue menggigil eh Geblek tutup pintu dingin tau! eh abis ngapain loe sampe basah kuyub, Abis berenang kata si Sersan Gila ( panggilan saya red) Dion elu kapan kemarinya ! Gue udah dari kemarin disini . kok senior senior pada dateng sih gila ribut amat tadi. Gua lagi sakit nih. Elu kena aids kali abis main di gadok yah ? tanya SerGi. Sialan loe bukan nya elu tadi abis ngentot di mobil. tadi pada masuk kesini bangunin gua cuma gua males keluar. Eh tuh cewe cewe siapa sih anak kampus ? Bukan anak blok M "sergi. Ohhh udah tidur sana Eh Dion di sebelah vilanya siapa ? Vilanya si Linda elu udah ketemu dia ? kaga ngeliat ada cewe di jendela atas. Kok elu kenal sama dia jangan jangan udah dipake sama elu lagi. Belum lagi niat banget besok temenin gua kesana yah.... ok dah gua mo tidur lagi. Dion makan nih gua ada Paramex (sakit parah karena memex) . Sialan loe gua ambil obatnya terus gua minum abis itu langsung ilang lagi gua emang lagi flue berat mo istirahat jadinya ribut gini emang nih senior pada gila semua bikin dunia kacau mana pada mabok terus pada ngentot lagi bikin gua ngaceng aja......

Pagi pagi badan gua seger banget pas gua bangun si SerGi udah ga ada ahhhh obatnya manjur juga . hmmm laper nih makan tete enak nih pagi pagi. gua keluar waktu masih menunjukan jam 8 pagi suhu udara masih dingin tapi karena badan gua segar ga menggigil. Di Sofa ruang tamu gua liat ada dua pasang manusia tidur berdua bugil. Gila tuh cewe cakep banget mau sih sama si Gondrong gua ga tau itu gondrong yang mana. Iseng ah gua deketin mereka berdua sambil bawa garem dapur pelan pelan gua taburin garem di mulut tuh cewe gila tetenya sedeng tapi putingnya panjang banget gua tarik tarik putingnya ga bergerak dadanya naik turun pelan dari mulutnya tercium bau alkohol wah mabok berat nih . Terus gua pelan pelan angkat tangan si gondrong dari memek nya ini cewe. gila ini cewe kaya siapa yah cantik banget rambutnya panjang ke merah merahan bibirnya kecil tipis dan merah pipinya coklat mulus banget tapi badanya putih mulus banget gua udah mulai ngaceng nih. Jembut nya ada yang lurus ada yang kriting tidak terlalu lebat jadi gua bisa liat itil nya dari luar gede banget kaya kacang. Abis di pake gondrong geli juga yah. terus gua teringat sesuatu cepat cepat gua kekamar ambil handycam gua. pad gua balik tidak ada yang bergerak sedikitpun juga. ini mah Ko gua cepat cepat memasukan film baru kemudian membidikan ke arah muka nih cewe mukanya bulat lonjong matanya kecil idungnya bangir wah manis banget sekali bulu ketiaknya tercukur rapih bersih dan mulus dan wangi banget terus bagian tetenya dan memeknya gua shoot agak lama sambil gua pencet pencet tetenya. Gua udah ngaceng total nih. Ternyata ini dia yang terjadi semalam seks masal gang bang. Setelah puas gua buka tas cewe gua ngobrak ngabrik ada beberapa pil . pil maksiat nih pantesan aja kaga sadar di entot ma si gondrong. Terus ada kondom gua ambil beberapa. Gua liat ga jauh ada kondom kondom sisa wah nih cewe bersih juga mainnya gua incer nanti malam mudah mudahan bakalan nginep lagi. Gua demen banget yang namanya cewe kaya gini gua mainya tenang ga was was. nama ini cewe Vonie keturunan cina ada fotonya banyak di dompet gua ambil satu buat kenang kenangan (kalau ketemu gua kirim ke pembaca tapi kayanya udah hilang lama ) terus ada rokok gua nyalain aja . Sarapan pagi yang indah.... cewe ini bawa duit banyak banget gua ga ngambil kalau yang satu ini namanya nyolong. Gua cuma doyan cewe aja.

Gua mulai masuk ke kamar satu satu. Kamar tamu isinnya teman teman gua semua ga ada cewenya tapi tidurnya pada tersenyum semua terutama si True Tune sama A'ad. Dikamar utama pemandangan lebih mengerikan lagi senior senior dan cewe cewe tumpang tindih semuanaya teler dan Telanjang. Pas gua mau shooting gua ditimpuk BH sama salah satu senior kaget juga gua udah siap siap kabur aja ternyata di panggil di kasih tanda suruh shoot kontolnya gua shock juga kontolnya besar banget sampe enek gua. Kemudian dia nyameperin salah satu cewe yang setengah sadar cuma pake celana dalam aja langsung dia menyodorkon kontolnya ke cewe itu dengan setengah sadar cewe itu membuka mulut lebar lebar. Rambutnya di jambak untuk mengontrol gerakan kepala cewe ini diam saja wah enakkkkkk.. terus terus yang cepat gua mulai terangsang lagi handycam gua taruh di Meja grus gua mendekati salah satu cewe disana yang mukanya kaya orang jepang. wah enakkk juga nih pas gua mulai kenyot kenyot toketnya gua tarik tarik putingnya dia ngedorong gua masih capeeeeee nih entar aja deh mau tidur lagiiii.. bentar kata gua. loe tidur aja. terus dia terdiam dan tidur lagi gua buka celana gua kontol gua sakit dari tadi ngaceng, nama elu siapa Vivi ...sambil gua naik ke badan dan melebarkan kakinya Jembutnya tebal sekali gua kobel kobel tapi ga ketemu lobangnya tetenya lucu bulat dan putingnya ujungnya masuk kedalam dan yang kanan lebih besar sedikit tetenya rambutnya pendek sebahyyu matanya sipit bibirnya tebal dan hitam perokok berat idungnya ga bangir bangir naik keatas aya bintang film hongkong. Gua ga lupa make kondomnya yang gua ambil dari Tasnya si Vonie pas gua gesek gesek ke mekinya isinya jembut semua gua makin terangsang toketnya gua remas remas dia mulai mendesah desah ahhh Dion yang bener dong kebawahan dikit bisa ga sih elo.Mata Vivie masih terpejam tapi pinggulnya mulai menggeliat mencari cari kepala kontol gua. Punya elu gede amat sih hemmmmpphhhh aduhh sakit nih gua belum basah dia mendorong gua turun jilatin dulu dong, Sialan tadi katanya ngantuk sekarang gua suruh ngejilat geli juga tapi dari pada kaga sama sekali soalnya gua juga udah terangsang sekali. gua mencoba menjurlarkan lidah gua, disebelah senior kita sedang doggie style gua juga ngeliat kamera gua masih nyala dan ngerekam adegan gua ada beberapa cewe sudah bangun dan terangsang ngeliat adegan kita. Mereka mulai memegang megang tetenya sambil mendesah desah mirip film Dracula banget gua sempet merinding ngeliat cara mereka menatap kontol gua .
Ternyata memeknya si Vivie ini ga terawat maksudnya jembutnya dibiarkan tumbuh selebat lebatnya terus susunya bisa besar sebelah pasti nih cewe sering main. kemudian satu dari kedua cewe itu ngedekatin gua dan satu lagi ngedekatin senior gua. gua bisa ngrasain kalau kontol gua diremas remas dan dijilat jilat dengan buassss. Gua balik nanya nama elu siapa uffffff affememmemme ingeettttthhh ha siapa Inge sambil melepaskan mulutnya dari kontol gua anak ini ga berapa cakep tapi bodynya seksi sekali tangan gua asik mengobek ngubek memeknya Vivi dan ketemu itilnya ternyata itilnyecil dan mulai basah sedikit. Nama elu siapa Dionnnnn ahhhhh kata gua sambil menahan geli yang luar biasa ga lama kemudia gua di sepongin sama si Inge tangan gua juga ga lepas dari memeknya si vivie kita bertiga goyang engan irama yang cepat ahhhh uhhhhh ga peduli sama keadaan sekitarnya tiba tiba kontol gua digigit sama si Inge sakit ngilu tapi enak ahhhhhmmm auuuuu sakit ahhh enak seettt pas gua liat si Vivi sudah pindah posisinya ngejilatin memeknya Inge pemandangan ini sunggu erotis Inge menurunkan pantatnya ke Muka Vivie menaikan palanya melepas kontol gua terus menurunkan palanya isep kontol gua menaikan pantatnya Inge sedang mengentoti lidah Vivie yang menjulur panjang terus gua ngeliat kalau masih ada cewe yang pake piama dan meringkuk di pojok. Lah ini cewe kok ga telanjang kaya temen temenya muka dia merona merah napasnya kembang kempis lubang hidungnya terbuka tertutp tangannya ada didalam selimut dan bergerak gerak dia sedang ngeliat temannya lagi di entot sama senior gua terus gua tengok ke belakang gua panggil eh nama elu sipaa Riaaaaa ahhh Riiaaaa ahhh!!!! Ria? ahhh iaaaaa ha ha dia lagi di doggie style sama si Baja ia senior gua si baja gayanya macho banget mainnya kasar banget tapi si Ria keenakan Tetenya si ria putih banget sedang di jilat jilat sama teman cewenya. Temen loe namanya siapa kata gua tersengal sengal menahan geli sekarang biji gua sama lobang pantat gua lagi di grilya sama si Inge gilenya sampe ke jempol ahhh gila enak banget terus cewe itu bilang Florence si Florence masih pake celana dalam tapi tetenya udah kebuka BHnya yang hitam sudah tidak menutupi putingnya lagi besar sekali yakin banget kalau ukurannya 36D besar banget badanya kecil mungil imut rambutnya panjang mukanya coklat kebakar sinar matahari semuanya serba kecil dan hidungnya mancung dia mendesah desah memeknya sedang di kobel kobel sama si Baja. terus gua tiduran dan mendekatkan muka gua ke tetenya si Ria sebelah sebelah sama si florence. si Florence cantik banget gua suka banget sama dia di bandingkan inge dan vivie mereka berdua lebih tua dari gua sedang si Florence baru umur 20 gua sambil jilat jilat toketnya Ria yang bergelayutan naik turun karena pantatnya di sodok sama si Baja gua yakin banget si Baja ga keberatan cewenya gua makan dia malah bilang " DION elu buat si Ria basah gila seret sekali memeknya gigit gigit aja toketnya kalau perlu buat dia terangsang!!!"sambil tertawa tawa si Baja mengenjot kontolnya keluar masuk lobang memeknya si Ria bijinya si Baja terlihat membesar dan mengerut tanda keenakan. bijinya menampar nampar pantatnya Ria membuat bunyi yang merangsang plek plek plek plek ahhaha ahahah ahhhhh
sementara kenyotan di kontol gua berubah menjadi lebih geli gua merasakan dua jilatan jilatan maut di lobang anus gua sama di batang dan kepala kontol gua panas rasanya lidahnya panas rasanya dan lembut gua liat ternyata Vivie bergabung dengan Inge menjilati daerah sensitive gua kemudian saya mulai mencium cium florence tangan saya mulai memegang megang tetenya yang besar dan ranum sementara itu Ria yang sedang digenjot Baja mulai menjilat jilat puting susu saya AHHHHHHH saya mulai ga tahan pertahan saya mulai goyah cepat cepat saya suruh florence melepaskan celana dalamnya dan gua suruh ngentot sama saya ternyata dia ga mau nanti aja kalau kita berdua katanya terus saya tanya loh bukannya udah semalam ia kamu ga pake kondom liat tuh kondomnya kan tadi di lepas Inge oh ia yah eh temen di pojok siapa ? oh si Linda kenapa naksir.. ahhhhh ahhhh kaga INGEEEEE pelan pelan dong sakit nih titit saya ngilu banget dan sudah mengeluarkan cairan cairan. Tiba tiba baja mengeluarkan erangan ahhhhh teriaknya keras Ria badanya juga bergetar getar belum sempet Ria Berbuat apa apa Baja bangun dan meningalkan Ria begitu saja tampangnya Ria memelas sekali dia kayanya belum sempat menyelesaikan orgasmenya Ria cepat cepat menyuruh Florence dan memutar medekatkan memeknya ke muka saya dan florence ternyata Baja memakai kondom saya lansung jilat memeknya Ria dia mulai bergetar getar..ahhhh fuck me fuck me Dioonnn plizzzz ahhh entotin gua dari belakang kaya si Baja gua lansung bangung Inge sama Vivie ngomel panjang lebar kemudia asik berdua dengan posisi 69 mereka asik sekali jilat sana jilat sini. Gua ga buang buang waktu saya ambil celana panjang saya dan mengeluarkan kondom dan obat kuat saya lulurkan di kontol saya yang sudah basa kuyup panas rasanya salep ini wah mudah mudahan tahan lama deh gua udah keluar keluar dikit.. Cepetan dong saya liat Florence sedang di gerayangin sama Ria. Ria memmeluk tubuh florence dan menjilat jilat tetenya florence yang super besar itu pantatnya yang putih mulus di gesek gesekan ke memeknya florence karena florence masik pake celana dalam terlhat dengan jelas dari celana dalamnya yang hitam terdapat garis lurus yang menandakan bahwa memeknya mulai basah juga gua kemudian menyodok memeknya Ria sekuat tenaga menghujam secara tiba tiba dia menjerit dan bergetar getar lama sekali pantatnya naik turun membuat batang saya ingin lepas dari pangkalnya bijisaya sakit banget karena ke jepit pahanya florence yang juga sudah terangsang. Pantat saya kemabli di jilat jilat oleh Inge dan Vivie dua wanita ini ternyata minta giliran juga wah kacau dunia sementara Si Gele telah terbangun dari tidurnya sambil menggosok gosokan tangannya dia jerit SARAPAN PAGIIIII!!!I feeeeell gooooddddd! untung dia sudah bangun kalau ga bisa mati gua ber 4 dia langsung menerkam Inge dan Vivie dan Wanita wanita ini tidak kalah buasnya menerkam tubuh gele yang hitam dan ceking ini. Inge waktu itu sudah berorgasme dan tubuhnya melemas jepitan memeknya telah mengendur dan tidak memberikan reaksi kemudian gua cabut kontol gua dari memeknya si Ria menancapkan paksa ke memeknya Florence celana dalam florence menghalangi gerakan masuk kontol gua tapi karena tipisnya celana dalam tidak tahan akan tekanan konto gua yang udah mau ngeceretttt dia menjerit jerit bibirnya di cium oleh ria tangannya di tahan oleh Ria karena hendak berontak terus tiba tiba dia bilang gua mau ngentot tapi ria minggir dong kata si Ria gua kira elu ga mau sambil ngeloyor ke kamar mandi enjoy kontolnya di Dion kaya baja elu pasti suka..... terus si florence membuka celana dalamnya engan sekali tarik sedangkan si Linda masih asik ngeliatin peainan kita semua.... Gua masukin kontol gua ke memeknya si Florence pelan pelan clitorisnya menyembul asuk kalau gua gerak gerakin kontol gua. gua pegang pelan pelan aduhhhh jangann gua paling ga kuatttttt hh jangan ahhh akhirnya gua besama florence orgasme bersama sama wahhh blast Enakkkkkk sekali Florence bilang dia paling ga tahan kalau itilnya dimainin langsung lemes dan ga bisa main lagi gua juga udah lemes banget dan tertidur.... sambil memeluk florence tetenya yang besar menjadi bantal gua nikmat sekali rasanya putingnya masih tengang gua kulum kulum seperti bayi besar saja katanya sambil membelai belai rambut gua...shhhttt bobo bobo katanya

Bersambung.....

Next

 

Make your own free website on Tripod.com